Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Foto: Hutama Karya

Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Foto: Hutama Karya

Hutama Karya Bakal Tambah 80 Km JTTS Akhir 2021

Rabu, 8 September 2021 | 13:04 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Hutama Karya bakal menambahkan ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang 80 km pada akhir 2021. Penambahan tersebut berasal dari selesainya pembangunan Tol Sigli – Banda Aceh seksi 2,5 dan 6 sepanjang 19 Km, Tol Binjai – Langsa segmen Binjai – Stabat (12 Km), Tol Pekanbaru – Bangkinang (31 Km) dan Tol Bengkulu – Taba Penanjung (18 Km). Sehingga rencana total terbangun JTTS pada 2021 mencapai sepanjang ±611 Km.

EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Tjahjo Purnomo mengatakan pada 2021, Hutama Karya berkomitmen menyelesaikan beberapa ruas tol yang berada pada tahap I pembangunan JTTS tersebut. Saat ini, pihaknya telah membangun 531 km tol dan saat ini sudah beroperasi. Menjelang akhir tahun ini, diharapkan akan bertambah sepanjang ±80 Km diantaranya Tol Sigli – Banda Aceh seksi 2,5 dan 6 sepanjang 19 Km, Tol Binjai – Langsa segmen Binjai – Stabat (12 Km), Tol Pekanbaru – Bangkinang (31 Km) dan Tol Bengkulu – Taba Penanjung (18 Km).

“Sehingga rencana total terbangun Jalan Tol Trans Sumatera di tahun 2021 yakni sepanjang ±611 Km,” ungkap Tjanhjo dalam keterangan pers, Rabu (8/9).

Menurut Tjahjo, Hutama Karya terus berupaya menyelesaikan pembangunan di delapan ruas JTTS tahap I.

Adapun progres masing-masing ruas tersebut yakni Tol Sigli Banda – Aceh (74 Km) sebesar 71%, Tol Kisaran – Indrapura (48 Km) sebesar 24%, Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (143 Km) sebesar 60%, Tol Sp. Indralaya – Muara Enim (121 Km) sebesar 33%, Tol Padang – Sicincin (36 Km) sebesar 44%, Tol Pekanbaru – Pangkalan (64 Km) sebesar 62%, Tol Bengkulu – Taba Penanjung (18 Km) sebesar 81% dan Tol Binjai Langsa seksi Binjai – Pangkalan Brandan (58 Km) sebesar 38%.

Tjahjo menambahkan penyelesaian pembangunan JTTS terseut juga akan semakin progresif setelah menerima Penyertaan Modal Negara (PMN) Tahap I TA 2021 senilai Rp 6,2 triliun pada 30 Agustus 2021. PMN ini akan digunakan untuk memenuhi porsi ekuitas dalam mempercepat penugasan pengusahaan JTTS. PMN yang telah diterima perusahaan akan digunakan untuk tiga ruas JTTS.

Sesuai yang terdapat di dalam APBN tahun 2021, PMN sebesar Rp 6,2 triliun akan dialokasikan untuk percepatan pembangunan tol ruas Sigli – Banda Aceh sebesar Rp 3,092 triliun, ruas Lubuk Linggau – Curup – Bengkulu sebesar Rp 2,702 triliun dan ruas Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat sebesar Rp 414 miliar.

Selain menerima PMN tahap 1, Tjahjo mengatakan saat ini perusahaan juga tengah mengusulkan penambahan PMN 2021 Tahap II dan III sebesar Rp 19 triliun yang akan digunakan untuk mengoptimalkan pembangunan di 8 ruas JTTS diantaranya ruas Medan – Binjai, ruas Pekanbaru – Dumai, ruas Binjai – Langsa seksi Binjai – Pangkalan Brandan, ruas Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat, ruas Sp. Indralaya – Muara Enim, ruas Kisaran – Indrapura, ruas Sigli – Banda Aceh dan ruas Pekanbaru – Pangkalan.

Tjahjo menjelaskan untuk menyelesaikan pembangunan JTTS, Perusahaan membutuhkan dukungan pendanaan dari Pemerintah melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).

Untuk menyelesaikan target pembangunan khususnya di tahap I yang terdiri dari 8 (delapan) ruas jalan tol, sebelumnya perusahaan telah melakukan berbagai alternatif pendanaan melalui creative financing mulai dari pendanaan perbankan nasional hingga penerbitan obligasi.

“Namun di luar itu, Perusahaan juga membutuhkan financing support melalui PMN berkelanjutan ini untuk menjaga arus kas perusahaan tetap sehat.” jelas Tjahjo.

Menurut Tjahjo, perusahaan juga sedang mengajukan usulan PMN Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp 31,350 Triliun dalam bentuk tunai yang akan dialokasikan untuk menyelesaikan beberapa ruas JTTS yang ditargetkan rampung keseluruhan di 2023.

Alokasi PMN TA 2022 sebesar Rp 31,350 Triliun akan digunakan untuk ruas Pekanbaru – Dumai senilai Rp 293 miliar, Binjai – Langsa senilai Rp 3,581 triliun, Sp. Indralaya – Muara Enim Rp senilai 7,180 triliun, Kisaran – Indrapura senilai Rp 2,422 triliun, Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat senilai Rp 5,057 triliun, Bengkulu – Taba Penanjung senilai Rp 1,237 triliun, Sigli – Banda Aceh Rp 6,376 triliun dan Pekanbaru – Pangkalan senilai Rp 5,204 triliun.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN