Menu
Sign in
@ Contact
Search
Hutama Karya Catat Kenaikan Trafik Jalan Tol Medan-Binjai 3x Lipat
Sumber: Istimewa

Hutama Karya Catat Kenaikan Trafik Jalan Tol Medan-Binjai 3x Lipat Sumber: Istimewa

Hutama Karya Catat Kenaikan Trafik Jalan Tol Medan–Binjai Tiga Kali Lipat

Senin, 19 September 2022 | 11:18 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Hutama Karya sebagai pengelola Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) saat ini telah mengoperasikan 2 (dua) ruas tol yang berada di Provinsi Sumatra Utara (Sumut) yaitu Tol Medan – Binjai (Mebi) sejak Oktober 2017 dan Tol Binjai – Stabat yang merupakan bagian dari Tol Binjai – Langsa Seksi 1 (Binjai - Stabat) sejak Februari 2022. Bahkan, trafik Jalan Tol Medan – Binjai tersebut berhasil naik tiga kali lipat dibandingkan saat awal beroperasi.

Direktur Operasi III Hutama Karya Koentjoro mengatakan, bertambahnya dua ruas tol di Sumut ini telah meningkatkan konektivitas antar daerah dan memperlancar arus transportasi dari Sumut menuju Aceh serta berpengaruh pada perekonomian sekitar. “Kehadiran jalan Tol Medan – Binjai – Stabat ini memangkas waktu tempuh menjadi lebih cepat yang berpengaruh pada penurunan biaya logistik dan kualitas produk yang dihasilkan,” ungkap Koentjoro dalam keterangan pers, Senin (19/9/2022).

Koentjoro menyampaikan, sejak dioperasikannya kedua ruas tol tersebut, trafik jalan tol terus meningkat setiap tahunnya. Pihaknya mencatat peningkatan Lalu lintas Harian Rata-rata (LHR) pada Tol Mebi meningkat hampir tiga kali lipat jika dibandingkan dengan trafik pada saat baru beroperasi, dimana trafik saat ini mencapai rata-rata lebih dari 23 ribu kendaraan perhari, sementara pada tahun 2017 hanya mencapai kurang lebih 8 ribu kendaraan perharinya.

Baca juga: Ini Progres Pembangunan Bendungan Garapan Hutama Karya

“Sementara untuk Jalan Tol Binjai – Stabat juga terus mengalami peningkatan dimana awal beroperasi pada bulan Februari tercatat rata-rata kendaraan yang melintas yakni 7 ribuan  kendaraan menjadi 8.700an kendaraan di bulan Agustus kemarin,” ujar Koentjoro. 

Koentjoro juga menambahkan bahwa trafik kendaraan di Tol Mebi terus membaik paska dilonggarkannya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang sebelumnya diterapkan di Pulau Sumatra. Pada 2020, rata-rata kendaraan yang melintas di Tol Mebi mentok di 12 ribuan per harinya, setelah PPKM dilonggarkan di 2021 langsung membaik dan kembali meningkat menjadi rata-rata 18 ribuan kendaraan perharinya.

“Dengan membaiknya trafik kendaraan tersebut secara tidak langsung mendorong roda perekonomian yang ada di daerah sekitarnya, ditambah lagi sekarang sudah bertambah Tol Binsa,” tambahnya.

Baca juga: Hutama Karya Rampungkan Pembangunan Dua Mega Proyek Pembangkit Listrik

Jalan tol di Provinsi Sumatra Utara sendiri akan terbentang sepanjang lebih dari 250km yang terdiri dari Tol Medan – Binjai sepanjang 17,32 Km, Tol Binjai – Langsa yang nantinya akan beroperasi sepanjang 53,1 Km, Tol Kisaran – Indrapura sepanjang 47 Km dan Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat sepanjang 143 Km yang saat ini masih dalam tahap konstruksi.

“Dengan jalan tol yang membentang panjang di Provinsi Sumut ini diharapkan dapat terus mengembangkan Kawasan Sumut dan mendokrak perekonomian masyarakat sekitar agar dapat lebih maju lagi,” kata Koentjoro. 

Secara teripisah, Akademisi Fakultas Teknik Universitas Sumatra Utara (USU) Dr M Ridwan Anas ST MT mengatakan bahwa jalan tol di Sumut ini sangat berdampak pada perkembangan wilayah yang ada di daerah sekitar. Sebagai pengguna langsung jalan tol, saya merasakan waktu tempuh yang terjaga dengan adanya durasi yang lebih pasti ketika ingin melintas dari Medan menuju Binjai atau sebaliknya.

Baca juga: Progres Capai 80%, Hutama Karya Targetkan Pembangunan Pelabuhan Sanur Tepat Waktu

“Dengan jarak tempuh yang hanya 1-2 jam, mahasiswa pun tidak perlu lagi mengeluarkan biaya hidup ekstra untuk ngekos dan masih bisa tinggal dengan orang tua dengan adanya akses tol,” jelas Ridwan.

Lebih lanjut Ridwan juga menjelaskan bahwa sebelum adanya jalan tol, masyarakat harus melintasi jalan arteri dimana waktu tempuh tidak pasti dan lebih rawan keamanannya. Setelah adanya jalan tol ini, banyak dampak tidak langsung yang dirasakan oleh masyarakat daerah sekitar seperti naiknya nilai lahan, turunnya biaya transportasi barang yang berpengaruh pada penurunan biaya produksi sehingga menambah minat investor dan meningkatkan laba.

“Tak hanya itu, dengan terkoneksinya wilayah perkebunan, pabrik maupun pelabuhan juga meningkatkan investasi sehingga akan menambah lapangan kerja lebih besar lagi. Dengan manfaat jalan tol tersebut, kami berharap pengelola jalan tol dapat terus memperhatikan Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” tutur Ridwan.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com