Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur Kaltim Isran Noor, Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Sofyan Djalil, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas di Penajam Paser Utara, Kaltim. Rabu, 2 October 2019. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Gubernur Kaltim Isran Noor, Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Sofyan Djalil, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas di Penajam Paser Utara, Kaltim. Rabu, 2 October 2019. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Ibu Kota Baru, Referensi Dunia

Primus Dorimulu, Rabu, 2 Oktober 2019 | 23:20 WIB

PENAJAM PASER UTARA, investor.id  - Ibu kota baru Indonesia yang akan dibangun di Wilayah Kutai Kertanegara dan Penajam Paser Utara bukan saja menjadi referensi kota-kota di Indonesia, melainkan juga di dunia. Oleh karena itu, kota baru yang dibangun di lahan seluas 180.000 ha itu menggunakan standar baru.

Kondisi wilayah yang sebagian besar adalah kawasan hutan dan juga dikelilingi kawasan hutan, ibu kota baru akan menjadi kota paling yang Agat menjadi forest city," kata Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Sofyan Djalil saat meninjau bakal ibukota baru di Penajam Paser Utara, Rabu (2/10/2019). 

 

Ditambah Teluk Balikpapan dan sejumlah pulau di sekitar teluk, total luas wilayah bakal ibukota lebih dari 180.000 ha.

Sebagian besar wilayah bakal ibukota adalah hutan lindung dan hutan konservasi. Karena itu, dalam tata ruang dan desain kita, ibukota baru adalah sebuah kota yang dibangun di hutan. City in the forest. Pembangunan dan pengeloaan ibukota harus menjaga kelestarian hutan dan memanfaatkannya sebagai daya saing.

"Tapi, kalau hanya forest city, ASN pun enggan pindah. Karena itu, ibukota baru adalah juga modern city dan future city," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada Forum Group Discussion (FGD) di Balikpapan, Rabu (2/10/2019). Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada Forum Group Discussion (FGD) di Balikpapan, Rabu (2/10/2019). Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Ibu kota baru harus menjadi liveable city, yang mampu menarik minat pebisnis dan pelancong mancanegara untuk tinggal.

Agar ibukota baru menarik, di kota ini ada kawasan bagi para start up untuk berkreasi. "Kita bangun semana Silicon Valley," kata Basuki.

Sebagai kota dengan konsep baru dan menjadi referensi dunia, arsitektur bangunan juga dirancang khusus. Selain menampilkan nilai lokal dan nasional, juga ada ciri futuristik. Seluruh infrastruktur untuk menunjang aktivitas warga kota dirancang dengan standar tinggi.

Akses jalan dari ibu kota baru ke Balikpapan dan Samarinda, dua kota penyangga, dibangun dengan lebar 100 meter.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Sofyan Djalil,  dan Gubernur Kaltim Isran Noor mengunjungi lokasi ibukota baru. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Sofyan Djalil, dan Gubernur Kaltim Isran Noor mengunjungi lokasi ibukota baru. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

"Kita langsung membebaskan 100 meter agar selain jalan raya dua jalur, di kiri kanan ada ruang untuk rel kereta dan pohon. Kita tidak boleh mengulangi masalah Trans Sumatera," kata Sofyan Djalil.

Karena lahan sepanjang jalur jalan yang dibebaskan kurang dari 20 meter, saat ini dan terjadi kemacetan.

Pembebasan lahan dengan lebar 100 meter berlaku juga untuk akses jalan dari ibu kota ke bandara dan pelabuhan.  Ibu kota baru menggunakan bandara dan pelabuhan yang sama dengan Balikpapan.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA