Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Sumber: BSTV

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Sumber: BSTV

Idealnya, SKPT Ada di 111 Pulau Terluar Indonesia

Damiana Simanjuntak, Jumat, 11 Oktober 2019 | 00:25 WIB

JAKARTA, investor.id - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, 111 pulau terluar Indonesia berperan penting dan strategis untuk menjaga keamanan negara. Pulau-pulau terluar tersebut, kata dia, juga memiliki potensi yang luar biasa.

Karena itu, Susi berharap, Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) bisa dibangun di seluruh 111 pulau terluar Indonesia. Dengan demikian, kata dia, bisa menciptakan kegiatan perekonomian dan mendorong pembangunan infrastruktur di pulau-pulau tersebut.

Susi mengungkapkan, merancang konsep pembangun SKPT pada tahun 2001. Dengan pengalaman sebagai pengusaha ikan selama 30 tahun, Susi mengaku, menyaksikan langsung kekayaan Indonesia yang luas. Dimana, kata dia, perbatasan dan wilayah Indonesia didominasi oleh laut. Karena itu, kata dia, pulau terluar di perbatasan Indonesia berperan penting.

"Kenapa saya ingin membangun, kalau bisa, di 111 pulau terluar? Supaya di sana ada kegiatan ekonomi, sehingga menarik masyarakat datang. Dengan begitu, pulau-pulau terluar tidak hanya sekadar berpenghuni, tapi memang berpenduduk banyak. Kalau penduduknya hanya 10-12 orang, secara strategi keamanan juga kurang baik. Maka, dibangunlah SKPT, diberikan kapal-kapal kecil, menengah, dan besar," kata Susi saat meresmikan Kegiatan Prioritas Pembangunan Kelautan dan Perikanan di kawasan perikanan Muara Baru, Jakarta, Kamis (10/10).

Dalam kesempatan tersebut, Susi meresmikan secara simbolik 16 kegiatan prioritas pembangunan kelautan dan perikanan. Yakni, cold storage berkapasitas 1.000 ton , SKPT Sebatik, SKPT Merauke, SKPT Morotai, SKPT Talaud, SKPT Biak, SKPT Mimika, Pasar Ikan Modern (PIM) Bandung, Pabrik Pakan Pangandaran, Embung Pangandaran, Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltek KP) Bone, Poltek KP Kupang, Poltek KP Jembrana, Poltek KP Pangandaran, Akademi Komunitas Wakatobi, dan Kantor Karantina Wilayah Kerja Sebatik.

Juga, menyaksikan penyerahan sertifikat penilaian gudang dan sistem resi gudang oleh Bappebti kepada PT Perinus sebagai pengelola gudang ikan beku dan kepada BBP2HP. Serta, penandatanganan kerja sama oleh Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan Direktur Bisnis Mikro BRI terkait pencetakan kartu pelaku utama sektor kelautan dan perikanan.

"Yang saya impikan, di satu SKPT ada minimal coldstorage berkapasitas 200 ton, idealnya 1.000 ton. Ada 100 unit kapal berukuran 2-3 GT dan kapal besar ada 10-30 unit. Ada minimal 2 kapal angkut, idealnya 10 unit," kata Susi.

Susi mengatakan, pembangunan SKPT merupakan implementasi Nawacita ketiga. Yakni, membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Juga, kata dia, sesuai dengan semangat mewujudkan sektor kelautan dan perikanan Indonesia yang mandiri, maju, kuat, dan berbasis kepentingan nasional.

"Sekarang, baru terbangun 12 SKPT. Ada tambahan 8, tapi nelum sebesar yang 12. Saya berharap, setiap tahun bisa dibangun 5-10 SKPT di Indonesia, di wilayah terdepan kita. Saya sangat senang, ketika Presiden mengumumkan akan membangun pangkalan militer di Natuna, Morotai, Biak, dan Merauke. Berarti, sudah sejalan dengan yang dilakukan KKP. Sinergi terjadi dan Indonesia akan kuat menghadapi kompetisi global dan ancaman terhadap kedaulatan NKRI. Dengan konsisten menjaga kedaulatan dan keberlanjutan, masyarakay akan sejahtera. Saya berharap, platform ini akan terus dijalankan," kata Susi.

Dengan terbangunnya SKPT di seluruh 111 pulau terluar Indonesia, kata Susi, pembangunan infrastruktur akan lengkap dan kuat. Termasuk, teknologi, software, dan logistik.

"Saat ini, sekitar 60% dari 111 pulau terluar kita tidak berpenghuni. Karena itu, membangun SKPT di wilayah tersebut sangat penting. Supaya kegiatan ekonomi tercipta dan masyarakat mau datang. Pembangunan infrastruktur juga terjadi. Militer tinggal masuk," kata Susi.

Selain itu, lanjut dia, pulau-pulau terluar lengkap dengan SKPT tersebut akan menjadi pusat-pusat baru untuk ekspor perikanan Indonesia.

"Karena mereka yang terdekat dengan pasar. Setelah pemberantasan IUU fishing, pasokan ikan ke pasar berkurang. Karena yang tadinya mencuri ikan tidak ada lagi. Kitalah yang akan menjadi pemasok," kata Susi.

Di sisi lain, Susi berharap, ke depan, KKP bisa mendorong pembangunan 10 unit Poltek KP per tahun. Apalagi, lanjut dia, dengan visi Presiden Joko Widodo yang fokus mencetak SDM unggul, pembangunan Poltek KP diperlukan. Untuk menciptakan SDM kelautan dan perikanan yang unggul, berkualitas, berintegritas, dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Saat ini, KKP telah menyelesaikan pembangunan 4 Poltek KP dan Akademi Komunitas Wakatobi.

"Cita-cita saya tadinya membangun 10 Poltek KP per tahun. Tapi, saya dulu nggak tahu kalau birokrasi dan prosedur itu sangat berbelit. Akibatnya, selama 4 tahun ini, hanya bisa 7 yang beroperasi. Saya berharap, 5 tahun ke depan, setidaknya 5 Poltek KP per tahun bisa dibangun. Karena, pembangunan SDM sangat penting. Karena, SDA kita sekarng jumlahnya banyak dan besar. Kalau tidak dibarengi dengan SDM untuk bisa mengelola dengan benar, maka nilai yang bisa dinikmati tidak akan maksimal. Dengan SDM berkualitas, kita tidak lagi akan mengeksploitasi SDA secara berlebihan dan merusak," kata Susi.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA