Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sunarsip, Ekonom Kepala The Indonesia Economic Intelligence (IEI)

Sunarsip, Ekonom Kepala The Indonesia Economic Intelligence (IEI)

IEI: Kebijakan BI Harus Seimbangkan Pro Stabilitas dan Perekonomian

Jumat, 6 Desember 2019 | 19:02 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Kepala Ekonom The Indonesia Economic Intteligence (IEI), Sunarsip mengatakan di tengah ketidakpastian global yang diperkirakan akan berlanjut di tahun depan, kebijakan moneter tahun depan harus menyeimbangkan sisi pro stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.

Ia mengatakan jika BI terlalu mengarah ke pertumbuhan ekonomi, maka potensi penurunan suku bunga acuan (BI 7DRRR)  akan semakin dalam, apabila itu terjadi maka akan berdampak negatif pada aliran modal asing yang masuk ke Indonesia bisa menurun, lantaran imbal hasil pada surat utang ikut menurun.

“Jika BI condong mengejar pertumbuhan ekonomi, maka dampaknya inflow akan kurang menarik untuk investasi portofolio kemudian akan menyebabkan tekanan pada stabilitas nilai tukar” jelasnya dalam diskusi di Kawasan Tendean, Jakarta, Jumat (6/12).

Adapun pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia  (RDG BI) bulan November suku bunga acuan dipertahankan di posisi 5% pada November 2019. Begitu pula dengan tingkat suku bunga deposit facility dan bunga lending facility masing-masing tetap di 4,25% dan 5,75%. 

Meski tren suku bunga global mengarah pada kebijakan moneter yang longgar, tetapi ia menghimbau BI untuk tidak terus menurunkan suku bunga acuan. Jika terus mengikuti tren suku bunga acuan yang melonggar, maka dikhawatirkan akan terjadinya outflow.

“Kalo Pak Perry stance kebijakan moneter yang  ahead the curve, preemptive, harus dipertahankan, meskipun tren nya saat ini policy rate di dunia turun, kalau turun jangan dratsis. Jadi policy struktural cukup bagus dampaknya jangka panjang yang terpenting bagaimana jaga nilai tukar agar tidak goyah” jelas dia.

Dengan demikian, ia memperkirakan kebijakan suku bunga acuan BI di 2020 akan berkisar di 5 hingga 5,50%.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN