Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
CPO-sawit

CPO-sawit

Imbas Larangan Ekspor CPO, Penerimaan Bea Keluar Menguap Rp 900 Miliar

Senin, 23 Mei 2022 | 21:48 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan, Askolani mengatakan bahwa larangan sementara ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan turunannya yang berlangsung sejak 28 April 2022 hingga 22 Mei 2022 atau hampir satu bulan terakhir diproyeksi menggerus penerimaan dari pungutan bea keluar bulan (Mei) sebesar Rp 900 miliar.

Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo resmi membuka keran ekspor CPO dan bahan baku minyak goreng per hari ini, Senin (23/5/2022).

Baca juga: Ekspor CPO Dibuka, Gapki Masih Tunggu Regulasi

“Karena kalau dari perkiraan kami, pembatasan sementara (ekspor) CPO dan turunannya ini paling tidak akan mengurangi sekitar 1,6 juta ton ekspor CPO selama satu bulan. Sehingga dampaknya ke bea keluar (Mei) sekitar Rp 0,9 triliun atau Rp 900 miliar,” tutur Askolani dalam konferensi per APBN KiTa, Senin (23/5/2022).

Selain menggerus pungutan bea keluar, Askolani memproyeksi kebijakan yang dimulai 28 April 2022 ini juga akan mengurangi devisa hingga US$ 2,2 miliar.

Instruksi untuk membuka kembali keran ekspor CPO dan produk turunannya juga telah diimplementasikan melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 30 Tahun 2022 tentang Ketentuan Ekspor Crude Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Olein, dan Used Cooking Oil.

Baca juga: Larangan Ekspor CPO Dicabut, ‘Drama’ Emiten Sawit Belum Berakhir?

Oleh karena itu, Kementerian Keuangan juga akan menyusul menerbitkan peraturan tertulis berupa Keputusan Menteri Keuangan (KMK). "Sehingga kebijakan baru dari pengendalian ekspor CPO dan turunannya akan diawasi dengan baik, baik di domestik maupun untuk ekspor," tuturnya.

Menurutnya dengan kebijakan pembukaan kembali ekspor CPO dan produk turunannya maka penerimaan bea keluar untuk produk sawit diyakininya akan tetap tumbuh sebesar 3% ditahun ini atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, ia tak menampik bahwa volume bea keluar tahun ini akan lebih rendah dibandingkan tahun 2021.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN