Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Serangkaian tes ground run pengujian bahan bakar pesawat terbang berbasis bahan bakar nabati (bioavtur) J2,4 oleh PT Dirgantara Indonesia (DI) berlangsung normal tanpa gangguan. (sumber : doc. Kementerian ESDM)

Serangkaian tes ground run pengujian bahan bakar pesawat terbang berbasis bahan bakar nabati (bioavtur) J2,4 oleh PT Dirgantara Indonesia (DI) berlangsung normal tanpa gangguan. (sumber : doc. Kementerian ESDM)

Implementasi Bioavtur Topang Target Energi Terbarukan 23%

Selasa, 7 September 2021 | 08:51 WIB
Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan penggunaan bahan bakar pesawata berbasis nabati atau bioavtur akan menopang pencapaian target bauran energi terbarukan sebesar 23% pada 2025. Langkah ini juga sejalan dengan komitmen Indonesia mengurangi emisi gas rumah kaca.

Direktur Bio Energi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan Dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Adriah Feby Misnah menuturkan, tes ground run bioavtur J2.4 telah berjalan sukses. Upaya implementasi bioavtur ini akan berdampak positif dalam pencapaian kontribusi energi terbarukan sebesar 23% pada 2025 sesuai Kebijakan Energi Nasional (KEN).

“Sesuai dengan komitmen Indonesia dalam COP ke 21 di Paris, Perancis, telah menargetkan penurunan emisi sebesar 29% pada 2030, termasuk di dalamnya adalah kontribusi dari sektor energi dan transportasi,” kata dia dalam keterangan resminya, Selasa (7/9).

Feby menambahkan, pemanfaatan bioavtur harus segera diaplikasikan terutama untuk penerbangan internasional yang telah mensyaratkan pemanfaatan bahan bakar nabati (biofuel) dalam dalam rangka penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK). “Untuk itu, Ditjen EBTKE berkomitmen mendukung keberlanjutan pengujian Bioavtur serta pembahasan roadmap Bioavtur melalui fasilitasi dan koordinasi dengan kementerian, Lembaga, dan stakeholder terkait,” tuturnya.

Direktur Niaga, Teknologi, dan Pengembangan PT Dirgantara Indonesia (DI) Gita Amperiawan mengatakan, pemakaian bioavtur J2.4 di pesawat CN 235 untuk melihat bagaimana penggunaannya sebagai bahan bakar. Tes yang dilakukan sebanyak dua kali ground run. Tes yang sama juga dilakukan pada bahan bakar avtur. Hasilnya, tidak timbul masalah apapun dalam tes ini.

“Tadi saya sudah berbicara kepada Ibu Feby dan perwakilan dari Indonesia Military Airworthiness Authority (IMAA), mungkin dalam satu hingga dua hari ke depan special flight permit untuk kami terbang ke Cengkareng nanti diterbitkan oleh IMAA,” tambah Gita.

Bioavtur ini merupakan produksi PT Pertamina (Persero) bersama ITB dan didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Bioavtur ini dihasilkan dari bahan baku 2,4% minyak inti sawit atau refined bleached degummed palm kernel oil (RBDPKO) dengan menggunakan katalis merupakan produk hasil kerjasama ITB dengan Pertamina. Bioavtur yang diproduksi di Unit Treated Distillate Hydro Treating (TDHT) Kilang Cilacap tersebut dinamai Jet Avtur 2,4 (J2,4).

Editor : Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN