Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Agus Suparmanto. Sumber: BSTV

Agus Suparmanto. Sumber: BSTV

DORONG EKSPOR,

Indonesia akan Berpartisipasi dalam ASEAN Online Sale Day 2020

Senin, 13 Juli 2020 | 23:22 WIB
Sanya Dinda (sanya.susanti@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id -  Indonesia akan berpartisipasi dalam program ASEAN Online Sale Day (AOSD) 2020 yang akan berlangsung secara serentak di seluruh platform niaga elektronik (e-commerce) pada 8 Agustus 2020. Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto mengatakan bahwa keikutsertaan Indonesia ini merupakan salah satu upaya Indonesia mendorong ekspor nasional di tengah pandemi Covid-19. Program tahunan yang diinisiasi negara-negara anggota ASEAN ini bertujuan mendorong dan memfasilitasi niaga elektronik/niaga-el (crossborder e-commerce).

“Partisipasi Indonesia pada AOSD 2020 merupakan salah satu upaya Indonesia mendorong ekspor nasional. Program ini juga bertujuan mengirim pesan yang kuat bahwa dunia usaha di ASEAN telah siap untuk kembali melakukan bisnis di tengah pandemi,” kata Agus dalam keterangan resmi, Senin (13/7).

AOSD 2020 mengusung tema “A Click to prosperity” (sebuah klik menuju kemakmuran). Artinya, program ini menekankan pada tindakan sederhana “sebuah klik” saat berbelanja daring. Sedangkan “menuju kemakmuran” mewakili komunitas ASEAN yang kini menuju negara dengan ekonomi yang makmur dan kuat.

Mendag Agus juga menyampaikan, pandemi Covid-19 mentransformasi sistem perdagangan global dari luring menuju daring.

“Keikutsertaan Indonesia pada program ini kami yakini akan memberikan manfaat yang besar, terutama bagi platform niaga-el dan usaha kecil menengah (UKM) Indonesia dalam memasarkan produk dan jasa melalui platform niaga-el. Dengan memanfaatkan program ini, para pelaku usaha niaga-el diharapkan dapat bersinergi memperluas pangsa pasar produk dan jasa niaga-el Indonesia ke pasar ASEAN dan pasar global,” tambah dia. 

Kementerian Perdagangan merupakan lembaga pelaksana (implementing agency) yang akan menghubungkan kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) dengan AOSD. Agus meyakini AOSD akan bermanfaat bagi pemasaran produk-produk unggulan pelaku usaha Indonesia.

Berdasarkan publikasi di Investing in ASEAN 2019-2020 oleh ASEAN Secretariat, pada 2019, nilai ekonomi digital ASEAN mencapai US$ 100 miliar dan pada 2025 diprediksi mencapai US$ 300 miliar. Pertumbuhan ekonomi digital diharapkan memberi tambahan produk domestik bruto (PDB) ASEAN sebesar US$ 220 miliar hingga US$ 650 miliar pada 2030. Peningkatan konektivitas digital dan investasi ke dalam ekonomi digital ASEAN diperkirakan dapat meningkatkan potensi rantai pasokan kawasan dan meningkatkan daya tarik bagi perusahaan multinasional dan lokal untuk berinvestasi, apalagi dengan basis konsumen yang sedang berkembang pesat.

Berdasarkan catatan Kemendag, ASEAN sebagai  pasar memiliki penduduk sebanyak 650 juta orang dengan PDB gabungan sebesar US$ 3 triliun. Selama periode 2009–2019, nilai total perdagangan ASEAN tumbuh sebesar US$ 1,3 triliun menjadi US$ 2,8 triliun di 2019.

Kemendag juga mencatat negara-negara anggota ASEAN merupakan mitra dagang yang penting bagi Indonesia. Pada 2019, nilai ekspor Indonesia ke ASEAN mencapai US$ 19 miliar. Pangsa ekspor Indonesia ke ASEAN mencapai 46% dari total ekspor Indonesia dengan komoditas ekspor unggulan antara lain batu bara, otomotif, dan minyak kelapa sawit. Sedangkan impor Indonesia dari ASEAN mencapai US$ 13,9 miliar.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN