Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) di sebuah SPBU di Depok, Jawa Barat, Selasa (2/6/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) di sebuah SPBU di Depok, Jawa Barat, Selasa (2/6/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Indonesia Bisa Bebas dari Jeratan Impor Energi, Ini Caranya!

Jumat, 8 Januari 2021 | 15:13 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id - Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Daryatmo Mardiyanto yang baru dilantik mengungkapkan cara agar Indonesia bisa bebas dari jeratan impor energi, baik itu impor bahan bakar minyak (BBM) maupun LPG. Upaya tersebut antara lain dengan terus mengejar kebutuhan BBM dan LPG serta mendorong pemanfaatan sumber energi lainnya di saat bersamaan.

"Declining rate (tingkat penurunan) sumber daya alam BBM dan migas cukup besar. Itulah yang kemudian harus diatasi dengan mengejar hal tersebut pada satu sisi, kemudian yang lainnya adalah melengkapkan kekurangan hampir separuh atau 50% dari kebutuhan minyak dan gas itu. Inilah realitasnya," kata dia usai acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan di Jakarta, Jumat (8/1).

Daryatmo menjelaskan langkah utama yang harus dilakukan adalah mempertahankan serta meningkatkan cadangan migas. "Pertama, adalah mempertahankan, kalau bisa meningkatkan kemampuan kapasitas cadangan minyak dan gas bumi," kata dia.

Di sisi lain, yang penting harus dilakukan adalah terus mendorong sumber energi alternatif sehingga Indonesia tidak bergantung pada energi tertentu.

"Sisi lain yang dipertajam adalah mendorong EBT (energi baru terbarukan) dan energi-energi lain agar kita tidak tersentralisir pada wilayah-wilayah tertentu di Indonesia seperti ini. Itu yang akan jadi jalan kita menuju kemandirian energi," tandas dia.

Daryatmo mengakui, Indonesia tidak bisa membantah fakta soal kurangnya pasokan dan masih diperlukannya impor energi. Kendati demikian upaya pengurangan impor harus bisa dilakukan, termasuk menutup impor tersebut dengan sumber energi lainnya.

"Semuanya harus bisa dilakukan dan dengan kebijakan lintas sektoral tentang energi. Insya Allah ini akan dapat diwujudkan. Optimisme harus dibangun dan energi untuk rakyat jadi cita-cita kita bersama," tutur dia.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN