Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Indonesia Harus Mulai Diversifikasi Pangan Lokal Pengganti Beras

Rabu, 23 September 2020 | 14:03 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id – Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) bersama Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah akan mengembangkan pangan lokal menyusul terjadinya pandemi Covid-19. Apalagi, Badan Pangan dan Pertanian Dunia (Food and Agriculture Organization/FAO) telah memperingatkan akan terjadinya krisis pangan.

 

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah menyiapkan langkah strategis untuk meningkatkan produksi pangan agar bahan pangan cukup tersedia bagi 267 juta rakyat Indonesia. Salah satu langkah strategis yang sedang dilakukan adalah program peningkatan produk pangan lokal untuk mendukung gerakan diversifikasi pangan nonberas.

 

Hal ini mengingat Indonesia kaya dengan sumber daya hayati dan mempunyai bahan pangan yang cukup banyak. Saat ini, Indonesia mempunyai 77 jenis pangan sumber karbohidrat, 75 jenis pangan sumber protein, 110 jenis rempah dan bumbu, 389 jenis buah buahan, 228 jenis sayuran, 26 jenis kacang kacangan, dan 40 jenis bahan minuman.

 

Ketua KTNA Winarno Tohir mengatakan, melalui gerakan ini, Kementan menargetkan penurunan konsumsi beras nasional sebesar 7% dalam lima tahun ke depan. Khusus di 2020, rata rata konsumsi beras ditargetkan turun ke posisi 92,9 per kilogram (kg) per kapita per tahun dari posisi tahun lalu sebesar 94,9 per kg per kapita per tahun. Pada 2024, konsumsi beras ditargetkan sudah turun 7% ke posisi 85 per kg per kapita per tahun.

 

Berdasarkan pertimbangan tersebut, KTNA bekerjasama dengan Kementan dan pemerintah daerah akan memaksimalkan pangan lokal. Upaya ini dilakukan melalui bimbingan dan pelatihan perbaikan budidaya kepada petani. “Indonesia mempunyai banyak potensi beberapa pangan lokal yang bisa dikembangkan selain beras,” ujar dia kepada Investor Daily di Jakarta, Rabu (23/9).

 

Salah satu potensi pangan lokal yaitu sorgum. Sorgum adalah tanaman dari keluarga rumput rumputan dan satu keluarga dengan padi dan jagung. Kemudian Indonesia mempunyai sagu dan merupakan yang terbesar di dunia. Lebih dari 85% total area sagu dunia atau seluas 5,5 juta hektar berada di Indonesia, terutama di Papua dan Papua Barat.

 

Kemudian, Indonesia mempunyai jagung dan ubi jalar yang merupakan salah satu sumber karbohidrat yang diminati masyarakat. Pilihan pangan lokal lainnya yakni ubi kayu atau Singkong di mana terdapat 8 Provinsi yang menjadi pusat produksi Singkong. Pangan lokal lain yang bisa dimanfaatkan adalah sukun sebagai sumber pangan alternatif subtitusi beras.

Editor : Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN