Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembangkit Suralaya Indonesia Power. Foto ilustrasi: indonesiapower.co.id

Pembangkit Suralaya Indonesia Power. Foto ilustrasi: indonesiapower.co.id

Indonesia Power Olah Sampah Jadi Energi

Rangga Prakoso, Sabtu, 17 Agustus 2019 | 19:16 WIB

CIANJUR, investor.id – PT Indonesia Power mengolah sampah menjadi pelet yang pada akhirnya dapat digunakan untuk bahan bakar kompor anglo dan Gasifier untuk di pembangkit listrik. Pengolahan sampah menjadi energi itu masuk dalam program TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat). Program ini bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Teknik (STT) PLN dengan memberdayakan kelompok masyarakat di daerah sekitar.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sutijastoto mengatakan, pemanfaatan limbah enceng gondok sebagai briket nantinya bisa dijual ke industri tekstil. Manfaat dari hasil olahan limbah ini dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar untuk mesin diesel yang dapat didistribusikan di Daerah Jawa Barat khususnya di Bandung dan sekitarnya. Dia menyebut pelet sampah bisa digunakan untuk co-firing di PLTU Jeranjang.

"Masalah gulma enceng gondok akan bisa ditanggulangi dijadikan TOSS yang bermanfaat bagi masyarakat dengan peningkatan ekonomi serta memelihara kelestarian danau dan keandalan pembangkit," kata Sutijastoto ditemui usai sebagai Inspektur Upacara HUT ke-74 Republik Indonesia di PLTA Rajamandala, Cianjur, Sabtu (17/8).

Sutijastoto menuturkan Indonesia Power merupakan perusahaan pembangkit terdepan dalam pengembangan EBT. Dia mengungkapkan anak usaha PT PLN (persero) itu menggarap 18 proyek EBT yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

"Peluang dan potensi energi baru yang dapat digarap oleh Indonesia Power untuk membantu mencapai target bauran EBT 23% pada tahun 2025," ujarnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA