Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Siti Nurbaya

Siti Nurbaya

Indonesia Targetkan Pengurangan Limbah Laut Hingga 70% pada 2025

Minggu, 1 Desember 2019 | 14:17 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan Indonesia berkomitmen mengurangi limbah padat di laut hingga 70% pada 2025.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Siti dalam acara”Asean Coastal Clean Up 2019” di Taman Wisata Alam Mangrove, Muara Angke, Kapuk, Sabtu (30/11//2019) yang dihadiri 10 duta besar negara Asean.

Masalah limbah di laut bukan sesuatu yang baru dan merupakan masalah klasik yang terus menjadi sorotan. Menurut dia, untuk menangani masalah limbah ini dibutuhkan komitmen yang kuat tidak hanya dari pemerintah tetapi masyarakat juga harus terlibat.

Indonesia, kata Siti Nurbaya, selalu mempunyai komitmen yang kuat untuk mengurangi sampah plastik di laut, tujuannya untuk mendorong pembangunan berkelanjutan.

Untuk mencapai target pengurangan limbah hingga 70%, maka pada tahun 2017, Presiden Joko Widodo sudah menerbitkan keputusan Presiden tentang Kebijakan Nasional dan Strategi Pengelolaan Sampah.

Selain itu pada 2018, Presiden juga telah menerbitkan keputusan Presiden Nomor 83 tentang aksi strategis menangani sampah laut 2018-2025.

“Tentu target yang telah ditetapkan akan tercapai jika ada kerjasama dan saling bahu membahu,” ujar dia di Jakarta, Sabtu (30/11).

Indonesia juga telah menyampaikan pentingnya menjaga lingkungan laut pada kegiatan majelis lingkungan PBB di Kenya dan mendapatkan respon yang cukup positif dari para peserta.

Selain fokus pada pengurangan limbah laut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga fokus pada penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun 2020.

Beberapa strategi yang akan dilakukan adalah meningkatkan pantauan cuaca dan titik panas melalui sistem android karena penggunaan teknologi akan mempermudah pemantauan.

KLHK juga meminta pemerintah daerah untuk memperkuat sistem pencegahan dan meningkatkan kerjasama dengan pusat.

Pemerintah juga memberikan edukasi kepada masyarakat di sekitar hutan tentang cara membuka lahan yang benar tanpa membakar hutan.

“ komitmen KLHK untuk menjaga lingkungan cukup besar dan harus dilakukan untuk keberlangsungan kehidupan bersama,: ujar dia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN