Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Indonesia Terima Estafet Keketuaan Menteri Ekonomi ASEAN 2023

Sabtu, 17 September 2022 | 16:35 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

SIEM REAP, investor.id – Indonesia menerima tongkat estafet Keketuaan ASEAN tingkat Menteri dari Kamboja di Pertemuan Menteri-Menteri Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Ministers/AEM) ke-54 di Siem Reap, Kamboja pada 14–15 September 2022.

Terkait persiapan mengenai Keketuaan tersebut, Indonesia menyampaikan saat ini sedang memfinalisasi usulan prioritas untuk ASEAN tahun depan.

Adapun rangkaian pertemuan AEM ke-54 tersebut  antara lain mencakup; Pertemuan AEM–Dewan ASEAN Free Trade Agreement (AFTA) ke-36, Pertemuan AEM–ASEAN Investment Area (AIA) ke-25, dan Pertemuan Konsultasi dengan AEM–ASEAN Business Advisory Council (ASEAN–BAC).

Pada Pertemuan AEM–AIA ke-24, Menteri Investasi RI Bahlil Lahadalia yang bertindak sebagai Ketua Delegasi Indonesia, menegaskan pentingnya meningkatkan investasi yang berkualitas dan merata di ASEAN, serta komitmen Indonesia untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi investor asing.

Sementara itu pada sesi konsultasi dengan ASEAN–BAC, para menteri mencatat sejumlah rekomendasi di sektor kesehatan, penanganan hambatan nontarif, percepatan transisi energi, pengamanan rantai pasok regional, perdagangan digital, dan penguatan implementasi persetujuan kemitraan ekonomi komprehensif regional (RCEP).

“ASEAN perlu mengintensifkan kerja sama dengan pelaku usaha, bukan saja di tingkat menteri dan kepala negara, tetapi juga di tingkat pertemuan pejabat ekonomi senior (SEOM) dan teknis untuk mendapatkan masukan yang konkret. Diperlukan juga mekanisme evaluasi untuk memastikan rekomendasi dilaksanakan dengan baik. Kami juga mengharapkan dapat menerima masukan terkait kendala yang dihadapi oleh para pelaku usaha saat melakukan penetrasi pasar ke negaranegara mitra,” ujar Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan RI Djatmiko Bris Witjaksono selaku Alternate AEM mewakili Menteri Perdagangan RI, Kamis (15/9/2022).

Pada Pertemuan Kaukus Antarmenteri Ekonomi ASEAN, dibahas sejumlah agenda penting di antaranya capaian dari Prioritas Capaian Ekonomi di bawah keketuaan Kamboja tahun ini. Khususnya, terkait Perundingan Upgrading ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA) dan peluncuran ASEAN Framework Agreement on Competition (AFAC).

Para menteri juga membahas rencana percepatan perundingan dan penyelesaian Digital Economy Framework Agreement (DEFA). “Untuk memanfaatkan momentum pemulihan pascapandemi, mendorong perekonomian, dan integrasi ASEAN, kami mengusulkan agar perundingan Upgrading ATIGA yang sudah diluncurkan pada Maret 2022 untuk dipercepat penyelesaiannya pada tahun depan. Kami juga menyambut baik diselesaikannya Guiding Principles untuk AFAC. Namun, perlu dipertimbangkan perluasan cakupannya dengan menambahkan korelasi dengan perdagangan digital sehingga tercipta ekosistem persaingan usaha yang adil dan kompetitif di ASEAN. Selain itu, untuk menciptakan landasan hukum yang kuat bagi pertumbuhan digital ekonomi, kami juga mengusulkan DEFA bisa mulai diluncurkan perundingannya tahun depan dan diupayakan dapat diselesaikan secepatnya,” pungkas Djatmiko.

Rangkaian Pertemuan AEM ke-54 akan dilanjutkan dengan AEM-Dialogue Partners Consultations yang berlangsung pada 16–18 September 2022 di Siem Reap, Kamboja.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : -

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com