Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan sekaligus membuka Rakernas Hipmi XVII 2021, Jumat (5/3/2021). Sumber: BSTV

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan sekaligus membuka Rakernas Hipmi XVII 2021, Jumat (5/3/2021). Sumber: BSTV

Indonesia Tidak Anti-Produk Asing

Sabtu, 6 Maret 2021 | 13:01 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id) ,Sanya Dinda (sanya.susanti@beritasatumedia.com)

BOGOR, investor.id – Indonesia tidak antiproduk-produk asing, dan juga bukan negara proteksionis. Indonesia adalah negara yang menganut keterbukaan ekonomi, namun juga tidak mau menjadi korban dari praktik perdagangan tidak adil.

Hal itu dikatakan Presiden Joko Widodo saat berpidato pada Peresmian Rapat Kerja Nasional XVII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Tahun 2021 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/3/2021).

“Saya tegaskan bahwa kita ini menganut keterbukaan ekonomi, enggak ada yang kita tutup-tutup. Tapi saya tegaskan bahwa kita juga bukan bangsa yang menyukai proteksionisme. Karena sejarah membuktikan bahwa proteksionisme itu justru merugikan, tetapi kita juga tidak boleh menjadi korban unfair practices dari perdagangan dunia. Kita juga enggak mau itu,” kata Presiden.

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan sekaligus membuka Rakernas Hipmi XVII 2021, Jumat (5/3/2021). Sumber: BSTV
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan sekaligus membuka Rakernas Hipmi XVII 2021, Jumat (5/3/2021). Sumber: BSTV

Hadir pada acara itu, pendiri Hipmi Abdul Latief, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, dan Ketua BPP Hipmi Mardani Haji Maming.

Presiden juga menegaskan agar bangsa Indonesia memanfaatkan secara optimal pasar dalam negeri yang mencapai 270 juta penduduk, dan daya beli yang juga sangat besar untuk mendongkrak ekonomi nasional.

“Saya tidak mau negara kita hanya dijadikan pasar. Saya juga tidak mau ada praktik-praktik perdagangan yang tidak fair, apalagi membahayakan UMKM, itu tidak boleh ada. Sekarang ini banyak praktik-praktik predatory pricing, hati-hati dengan ini, bisa membunuh yang kecil-kecil. Itu yang sudah berkali-kali juga saya sampaikan pada Pak Menteri, khususnya Menteri Perdagangan, agar ini betul-betul dipagari,” katanya.

Neraca perdagangan Indonesia 2010-2021
Neraca perdagangan Indonesia 2010-2021

Presiden Jokowi mengatakan,daya beli masyarakat Indonesia sangat besar, indeks konsumsi konsumen juga terus meningkat dari 79% pada Oktober 2020 menjadi 84,9% pada Januari 2021.

Selain itu, konsumsi rumah tangga juga menunjukkan sinyal positif, meskipun masih berada di minus 3,6% pada kuartal IV-2020, setelah sempat anjlok ke minus 5,5% pada kuartal II-2020.

Di sisi lain, produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2020 masuk peringkat 15 besar PDB dunia dan banyak lembaga-lembaga dunia yang memprediksi Indonesia akan menempati posisi lima besar dengan PDB terkuat di dunia. Bahkan, pada tahun 2021, PDB Indonesia diprediksi akan kembali pada angka 4,5% sampai 5,5%.

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan sekaligus membuka Rakernas Hipmi XVII 2021, Jumat (5/3/2021). Sumber: BSTV
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan sekaligus membuka Rakernas Hipmi XVII 2021, Jumat (5/3/2021). Sumber: BSTV

“Perbaikan ekonomi Indonesia yang didukung dari sisi demand, ini jangan sampai hanya menguntungkan produk dari luar negeri, tapi justru harus bisa meningkatkan konsumsi produk dalam negeri agar tercipta efek domino, sehingga dorongan untuk menggerakkan roda ekonomi di dalam negeri semakin besar,” kata Presiden Jokowi.

Ia juga menyinggung tentang pernyataan yang disampaikannya pada Rakernas Kementerian Perdagangan Tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (4/3/2021).

Neraca dagang Indonesia dengan mitra dagang terbesar
Neraca dagang Indonesia dengan mitra dagang terbesar

Saat itu, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa untuk cinta produk Indonesia, untuk bangga terhadap produk Indonesia, dan boleh saja kita ngomong tidak suka pada produk asing.

“Masa enggak boleh kita enggak suka? Kan boleh saja tidak suka pada produk asing, gitu saja ramai. Enggak, saya ngomong benci produk asing, gitu saja ramai. Bolehkan kita tidak suka pada produk asing?,” katanya.

Tetapi, lanjutnya, untuk menuju kepada sebuah loyalitas konsumen pada produk-produk dalam negeri, memang ada syarat-syaratnya.

“Kalau harganya kompetitif tentu saja kualitasnya juga harus baik. Ini dari sisi produsen harus terus memperbaiki kualitasnya, memperbaiki packaging-nya, memperbaiki desainnya agar bisa mengikuti tren. Dan kita juga senang, kalau dulu kita masih banyak impor, misalnya serat rayon, impor biji plastik, sekarang sudah diproduksi di dalam negeri,” jelas dia. (try/jn)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN