Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wisatawan menikmati pemandangan di area objek wisata Tanah Lot, Tabanan, Bali, Minggu (16/2/2020). Dinas Pariwisata Bali menaksir kehilangan pendapatan dari pariwisata sekitar Rp 10 miliar dalam waktu hampir sebulan akibat pembatalan kunjungan sekitar 20.000 wisatawan Tiongkok ke Bali karena merebaknya wabah virus korona yang berasal dari Tiongkok.

Wisatawan menikmati pemandangan di area objek wisata Tanah Lot, Tabanan, Bali, Minggu (16/2/2020). Dinas Pariwisata Bali menaksir kehilangan pendapatan dari pariwisata sekitar Rp 10 miliar dalam waktu hampir sebulan akibat pembatalan kunjungan sekitar 20.000 wisatawan Tiongkok ke Bali karena merebaknya wabah virus korona yang berasal dari Tiongkok.

Indonesia-Hungaria Perkuat Kerja Sama Pariwisata

Rabu, 17 Februari 2021 | 11:05 WIB
Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sepakat memperkuat kerja sama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dengan Hungaria.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat menerima audiensi Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Hungaria Péter Szijjártó mengatakan, pariwisata merupakan salah satu sektor yang terkena dampak signifikan akibat pandemi.

"Pariwisata menjadi salah satu sektor yang terdampak paling besar akibat pandemi, dimana terdapat pembatasan bahkan pembatalan penerbangan internasional. Ini tentu jadi pukulan yang berat untuk negara-negara di Asean termasuk Indonesia, yang menjadikan pariwisata sebagai salah satu sumber penunjang ekonomi," kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam keterangan resminya, Rabu (17/2).

Sandiaga mengatakan, antara Indonesia dan Hungaria memiliki ruang besar untuk peningkatan kerja sama. Pada 2019, jumlah kunjungan wisatawan asal Hungaria tercatat sebanyak 14.218, tetapi turun drastis akibat pandemi pada 2020 menjadi 3.559 wisatawan.

Sandiaga mengungkapkan, pihaknya akan melanjutkan berbagai program promosi yang telah dijalankan sebelumnya, seperti fam-trip, misi penjualan (sales mission), serta berbagai festival dan eksibisi.

"Saat ini kami masih fokus pada penerapan protokol kesehatan dan peningkatan kunjungan wisatawan nusantara. Namun di waktu yang akan datang, ketika perbatasan dibuka, tentu kami akan tetap menarik turis dari Hungaria," ujar dia.

Sandiaga melanjutkan, Indonesia dan Hungaria juga memiliki potensi besar dalam meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi kreatif, khususnya di bidang teknologi informasi dan start-up. Melihat semua tantangan dan peluang dalam situasi saat ini, pesatnya pertumbuhan startup berbasis teknologi dapat mendukung kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Pandemi telah membuat disrupsi teknologi terjadi lebih cepat.

"Saya yakin dukungan pemerintah untuk teknologi digital juga penting. Ekosistem inovasi sekarang menjadi lebih vital untuk menggerakkan ekonomi dan masyarakat dari krisis akibat pandemi Covid-19," kata Sandiaga.

Sementara itu Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Hungaria Péter Szijjártó menyambut baik kerja sama ini, khususnya di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. "Bali adalah salah satu destinasi favorit wisatawan Hungaria. Kami juga antusias untuk bekerja sama di bidang ekonomi kreatif, termasuk di fintech solution, artificial intelligence di sektor ekonomi kreatif, serta perkembangan teknologi digital," kata Péter Szijjártó. 

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN