Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Industri Alas Kaki Siap Berkontribusi

Senin, 14 Januari 2019 | 22:25 WIB
Oleh Tri Murti dan Hari Gunarto

Dihubungi terpisah, Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakri mengatakan, industri alas kaki juga siap berkontribusi untuk mendongkrak ekspor nasional. Namun demikian, dia mengakui kondisi industri alas kaki di Tanah Air saat ini tertinggal jauh dari industri yang sama di Vietnam dan Kamboja.

“Saya kira pertumbuhan industri alas kaki tahun ini di kisaran 5-6%. Ini jauh di bawah pertumbuhan industry di Vietnam dan Kamboja. Tahun 2017, pertumbuhan industri alas kaki di Kamboja mencapai 400% dan di Vietnam tumbuh double digit,” papar dia.

Firman berharap pemerintah mendukung industri berorientasi ekspor, termasuk industri alas kaki. Berbagai insentif perlu diberikan kepada industri ini agar lebih berdaya saing, termasuk fasilitas pembebasan pajak untuk jangka waktu tertentu (tax holiday).

“Insentif tax holiday jangan hanya diberikan kepada industri pionir, melainkan juga industri existing yang sudah lama di market, sehingga akan lebih berdaya saing di pasar ekspor,” ujarnya.

Firman mengatakan pula, saat ini industri alas kaki disibukkan dengan kegiatan relokasi pabrik dari Banten ke wilayah-wilayah yang upah minimum provinsi (UMP)-nya lebih murah, seperti Sukabumi, Majalengka, Brebes, dan Jepara. Firman berharap pemerintah turut mendukung proses tersebut, seperti dari sisi kemudahan perizinan.

Insentif lain yang dibutuhkan industri alas kaki adalah kemudahan dalam pengurusan importansi bahan baku, karena banyak membutuhkan barang impor setengah jadi.

Kemudian, menurut Firman, pemerintah perlu menjalin FTA dengan pasar ekspor potensial, khususnya Amerika Serikat dan Uni Eropa. “Untuk Uni Eropa, ada European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (EU CEPA). Kerja sama dengan mereka sangat penting untuk mendukung industri kami. Negara-negara lain, seperti Vietnam, sudah lama melakukan kerja sama dagang seperti itu,” kata dia. (dho)

Baca selanjutnya di https://id.beritasatu.com/home/kemendag-terus-berkoordinasi-dengan-kemenkeu/184466

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN