Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Jokowi saat meninjau RS Darurat di Pulau Galang. Sumber: BSTV

Presiden Jokowi saat meninjau RS Darurat di Pulau Galang. Sumber: BSTV

PEMERINTAH, BI, OJK, DAN SWASTA DIMINTA BERBAGI BEBAN

Industri Harus Beroperasi, Postur APBN 2020 Diubah

Novy Lumanauw, Rabu, 3 Juni 2020 | 10:59 WIB

JAKARTA, investor.id – Tantangan terbesar yang kini dihadapi Indonesia adalah menyiapkan program pemulihan ekonomi yang tepat agar pertumbuhan ekonomi tidak minus, industri  beroperasi, dan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara masif dapat dicegah. Pemerintah kini membahas penetapan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) dan perubahan postur APBN Tahun 2020.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga meminta Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan pelaku usaha sektor swasta berbagi beban secara proporsional dengan pemerintah, dalam pelaksanaan program pemulihan ekonomi.

“Saya minta konsep berbagi beban. Sekali lagi, konsep berbagi beban, sharing the pain harus menjadi acuan bersama antara pemerintah, BI, OJK, perbankan, dan  pelaku usaha. Semua harus betul-betul bersedia memikul beban,” kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas Kabinet Indonesia Maju melalui video conference di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (3/6/2020). Rapat yang dihadiri Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin membahas tentang penetapan program PEN dan perubahan postur APBN Tahun 2020.

Ia menegaskan, pemerintah bersama Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan pelaku usaha harus bergotong-royong, agar pemutusan hubungan kerja secara masif dapat dicegah. Semua pihak harus bersedia bersama-sama menanggung risiko secara proporsional dan dilaksanakan dengan prinsip kehati-hatian pula, agar pelaku usaha korporasi tetap mampu  menjalankan usahanya.

“PHK masif dapat kita cegah, dan sektor keuangan tetap stabil. Tentu saja pergerakan ekonomi dapat kita jaga,” kata Presiden.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN