Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pendistribusian logistik di Indonesia.  Foto ilustrasi: IST

Pendistribusian logistik di Indonesia. Foto ilustrasi: IST

TIKI CETAK PERTUMBUHAN 15%

Industri Logistik Bangkit 2021

Minggu, 22 November 2020 | 19:33 WIB
Sanya Dinda (sanya.susanti@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Industri logistik nasional diprediksi bangkit pada 2021, dengan pertumbuhan 10-12%, dibandingkan estimasi tahun ini turun 5%. Hal ini bakal ditopang pemulihan ekonomi nasional.

Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita menerangkan, tahun ini, hanya sektor logistik e-commerce yang mencetak pertumbuhan fantastis. Besarannya sama seperti sektor e-commerce yang mencapai 18,1% selama pandemic Covid-19.

“Namun, kontribusi logistik ecommerce terhadap total industri masih kecil, kurang dari 10%, sehingga sektor logistik masih minus per akhir kuartal III-2020,” ujar dia di Jakarta, Jumat (20/11/2020).

Dia menegaskan, sejauh ini, segmen logistik korporasi (business to business/B2B) masih menjadi penyumbang transaksi terbesar. Segmen ini terkontraksi, seiring pandemic Covid-19 yang membuat beberapa perusahaan menghentikan sementara aktivitas operasi.

Dia juga menyoroti perang harga antara pemain logistik e-commerce yang telah berlangsung dalam lima bulan terakhir. Ini terjadi akibat daya beli masyarakat yang belum pulih. Kini, masyarakat lebih memilih jasa logistik termurah yang ada di platform marketplace.

“Jadi, kalau ada perusahaan logistic e-commerce yang tumbuh pesat, bisa dibilang biaya promosi perusahaan itu sangat besar, karena harus memberikan diskon besar ke e-commerce,” tegas dia.

Kinerja TIKI

Jasa pengiriman TIKI. Foto: IST
Jasa pengiriman TIKI. Foto: IST

Di sisi lain, PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI) mencatat pertumbuhan bisnis 15% sepanjang Januari-September 2020, dibandingkan periode sama tahun lalu.

Presiden Direktur TIKI Yulina Hastuti mengatakan, pertumbuhan itu ditopang segmen ritel, yang di dalamnya termasuk logistic e-commerce. Alat-alat kesehatan, pakaian, kebutuhan pokok, dan produk pemenuhan hobi, seperti sepeda, ikan, dan tanaman hias menjadi yang paling banyak diantar oleh TIKI.

“Pandemi Covid-19 tentunya berpengaruh terhadap seluruh kegiatan bisnis. Kontribusi pengiriman dari pasar korporasi (B2B) mengalami penurunan mengingat banyak perkantoran yang harus menghentikan sementara aktivitas bisnisnya. Namun di sisi lain, segmen B2C (business to consumer) dan consumer to consumer (C2C) terjadi peningkatan. Banyak orang yang kemudian membuka usaha kecil-kecilan dengan berjualan makanan maupun barang-barang via online,” kata Yulina kepada Investor Daily, Jumat (20/11).

Yulina mengatakan, di tengah pandemic Covid-19, jenis layanan regular (REG) dan same day service (SDS) dari TIKI tetap menjadi primadona. Kurir TIKI paling banyak mengirim barang ke wilayah Jabodetabek, Sukabumi, Tegal, Samarinda, dan Tanjung Pinang._

Yulina mengakui, TIKI sempat menghadapi kendala pengantaran barang di tengah pandemi Covid-19. Permasalah tersebut terutama datang dari angkutan yang selama ini paling sering digunakan TIKI, yakni penerbangan.

Terbatasnya pergerakan manusia di tengah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) membuat beberapa maskapai penerbangan sempat menghentikan kegiatan operasional mereka hingga berpengaruh terhadap pengiriman barang oleh TIKI._

“Tantangan bagi jasa kurir di masa PSBB adalah pembatasan arus keluar masuk dan frekuensi moda transportasi. Sebagai contoh, ketika banyak maskapai penerbangan yang gagal terbang atau membatalkan penerbangan membuat perusahaan, kurir harus pandai mengatur arus barang agar tidak terjadi penumpukan atau barang gagal terkirim. Hal ini yang kami antisipasi untuk menjaga komitmen tepat waktu kami. Untuk sebagian wilayah yang mengandalkan transportasi udara, kami membatasi layanan, yakni hanya untuk produk economy dan reguler,” Ucap Yulina.

Sampai akhir 2020, Yulina optimistis, target pertumbuhan bisnis TIKI sebesar 25% bisa tercapai. Apalagi, pada Desember 2020, banyak platform e-commerce yang akan menyelengarakan hari belanja online nasional (Harbolnas).

Selain itu, tahun ini, TIKI berencana menambah gerai hingga 120, yang hingga kini sudah terealisasi sebanyak 80.

“Tahun depan, harapannya situasi ekonomi akan jauh lebih baik dari tahun ini, diikuti dengan peningkatan daya beli masyarakat dan kegiatan bisnis kembali berjalan normal,” kata dia

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN