Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kegiatan produksi industri makanan di Pasuruan, Jawa Timur. Foto: Amrozi Amenan

Kegiatan produksi industri makanan di Pasuruan, Jawa Timur. Foto: Amrozi Amenan

Industri Mamin Ditaksir Tumbuh 3% Hingga Akhir 2020

Rabu, 12 Agustus 2020 | 12:53 WIB
Leonard AL Cahyoputra (leonard.cahyoputra@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - Industri makanan dan minuman (mamin) diproyeksikan tumbuh 3% hingga akhir tahun 2020. Di tengah pandemi Covid-19, industri mamin menjadi salah satu sektor manufaktur yang tumbuh positif sebesar 0,22% pada kuartal II-2020 dibanding periode sama tahun lalu.

Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Abdul Rochim optimistis, kinerja industri mamin masih dapat tumbuh positif untuk periode berikutnya. “Namun, ini tentu tergantung dari dua hal penting, yaitu kepatuhan terhadap protokol kesehatan dan yang kedua adalah perkembangan dari pandemi Covid-19 yang diharapkan dapat segera menurun dan hilang dari Indonesia. Apabila kedua hal ini tercapai, kami memproyeksikan industri mamin dapat tumbuh sekitar 3% pada akhir tahun 2020,” kata Rochim dalam siaran pers, Selasa (11/8).

Rochim mengungkapkan, beberapa komoditas unggulan yang memacu kinerja positif industri mamin, antara lain produk olahan ikan, mi, dan kopi. Selain itu, pertumbuhan sektor industri ini juga didukung oleh peningkatan nilai ekspor minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan minyak inti kelapa sawit (PKO).

Dia menyebut, hal lain yang juga membantu sektor industri mamin tumbuh positif adalah mulai dibukanya pusat perbelanjaan. Namun demikian, pengelola dan pengunjung pusat perbelanjaan harus dapat mematuhi penerapan protokol kesehatan. “Selain itu, di tengah kondisi pandemi, masyarakat membeli cukup banyak beberapa produk makanan olahan melalui online,” ujar dia.

Kemenperin, lanjut Rochim, akan berupaya menjaga tren positif di sektor mamin. Salah satu langkah penting yang menjadi fokus utama Kemenperin adalah dengan mendorong ketersediaan bahan baku, agar bisa mencukupi kebutuhan produktivitas manufakturnya.

 Dalam hal ini, kata dia, Kemenperin aktif berkoordinasi dengan para stakeholder terkait baik di tingkat kementerian maupun pelaku industri agar bisa berjalan lancar. “Bahkan, kami telah bertemu dengan salah satu deputi di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk menjajaki kemungkinan penyelenggaraan suatu event pada libur panjang nanti di akhir tahun untuk mendorong konsumsi masyarakat sekaligus untuk meningkatkan pertumbuhan sektor industri mamin di dalam negeri,” jelas Rochim.

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN