Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wisatawan menikmati pemandangan di area objek wisata Tanah Lot, Tabanan, Bali. Foto ilustrasi: IST

Wisatawan menikmati pemandangan di area objek wisata Tanah Lot, Tabanan, Bali. Foto ilustrasi: IST

Industri Pariwisata Dituntut Miliki Kelengkapan Data

Kamis, 29 Oktober 2020 | 11:03 WIB
Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Industri pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) dituntut untuk memiliki kelengkapan data yang valid agar lebih mudah dijangkau program pemerintah. Akurasi data yang lengkap, terutama dari asosiasi yang memayungi para pelaku wisata dan ekonomi kreatif, sangat dibutuhkan sehingga program dan bantuan pemerintah dapat diterapkan sesuai sasaran.

“Kelengkapan data-data para anggota yang tergabung dalam asosiasi pariwisata akan memungkinkan penerapan program berjalan sesuai sasaran. Termasuk dalam program pelatihan, bantuan pemerintah berupa stimulus maupun bantuan dalam bentuk lain, hingga pemberian insentif,” kata Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Fadjar Hutomo, Selasa (27/10).

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Fadjar menegaskan, pihaknya bertekad untuk mendukung pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif_ agar_ semakin berkembang di era adaptasi kebiasaan baru.

“Berbagai program pun sudah kami rancang untuk diterapkan bagi pelaku parekraf,” ujar dia.

Untuk itu, kata dia, pihaknya memerlukan dukungan data mikro,_ termasuk kelengkapan data pelaku parekraf yang akurat di lapangan sebagai dasar untuk merancang kebijakan sekaligus sasaran dalam penerapan program.

Fadjar mengungkapkan, sejumlah program yang saat ini dikembangkan untuk mendukung usaha pelaku parekraf di tengah pandemic di antaranya bantuan-bantuan serta stimulus seperti sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) gratis, penyaluran dana hibah pariwisata, serta bantuan langsung tunai ke pelaku wisata dan ekonomi kreatif. Semua program itu menjadi upaya yang dilakukan pemerintah untuk menjaga agar para pelaku usaha bisa tetap bertahan di masa pandemi Covid-19.

Hal itulah yang menurut dia, mendorong perlunya akurasi data yang lengkap terutama dari asosiasi yang memayungi para pelaku wisata dan ekonomi kreatif, sehingga program dan bantuan pemerintah dapat diterapkan sesuai sasaran.

“Kami berharap asosiasi pariwisata mendorong anggotanya untuk menyampaikan data yang akurat,” tegas dia.

Fadjar menyebut, beberapa kelengkapan yang ditekankan sangat penting di antaranya data BPJS bagi anggota asosiasi pariwisata. Pasalnya, ada beberapa program dan bantuan yang didistribusikan berdasarkan data dari BPJS pekerja formal di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN