Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Virtual conference Economic Outlook 2021 hari ketiga sesi I dengan tema Outlook Pariwisata 2021, live streaming di Beritasatu TV, Kamis (26/11/2020). Acara ini hasil kerjasama Berita Satu Media Holdings dengan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Hotel Tentrem.

Virtual conference Economic Outlook 2021 hari ketiga sesi I dengan tema Outlook Pariwisata 2021, live streaming di Beritasatu TV, Kamis (26/11/2020). Acara ini hasil kerjasama Berita Satu Media Holdings dengan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Hotel Tentrem.

Industri Pariwisata Siapkan Asuransi Covid-19

Kamis, 26 November 2020 | 17:46 WIB
Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pelaku industri pariwisata tengah menjajaki kemungkinan untuk memberikan jaminan asuransi Covid-19 bagi wisatawan. Hal itu dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman dalam berwisata.

“Kami sedang berbicara dengan teman-teman di asuransi Indonesia, bagaimana kita bisa memberikan asuransi yang mengcover Covid-19,” kata Presiden Direktur PT Panorama Sentrawisata Tbk Budijanto Tirtawisata pada acara Webinar Outlook Pariwisata 2021, kerja sama Berita Satu Media Holdings dengan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan Hotel Tentrem, Kamis (26/11/2020).

Budijanto mengatakan, langkah pemberian asuransi tersebut telah diterapkan Turki yang sudah membuka kembali pariwisatanya untuk turis asing (inbound) sejak pertengahan tahun ini. Strategi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang menjadi keberhasilan Turki dalam memulihkan sektor pariwisatanya.

“Turki sudah membuka untuk inbound, dan pemerintah negaranya juga memberikan asuransi. Kalau ada turis yang terkena Covid-19 akan ditanggung. Jadi asuransi itu bisa diterapkan sebelum vaksin diberikan secara merata,” terang dia.

Budijanto mengungkapkan, pelaku industri pariwisata dunia juga tengah melakukan lobi agar rapid test antigen dapat diterima sebagai standar tes Covid-19 secara internasional. “Karena rapid test antigen sifatnya lebih akurat dari rapid tes antibodi, lebih cepat, dan lebih murah. Ini bisa mempercepat penerbangan internasional dan pemulihan pariwisata global. Tentunya kalau sudah ada vaksin, bisa lebih pasti lagi,” ujar dia.

Dia mengatakan, pemulihan industri pariwisata sangat bergantung pada ketersediaan penerbangan. Selama ini, wisatawan selalu dikhawatirkan tentang susahnya melakukan perjalanan dengan tes rapid, PCR, ataupun isolasi. Dengan adanya standar tes Covid-19 yang lebih mudah, lebih akurat, tentunya akan memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi wisatawan.

Menurut Budijanto, gelombang wisatawan kemungkinan baru dimulai pada kuartal II-2021 atau sekitar tiga bulan dari pemberlakuan vaksin. “Asumsi vaksin diberlakukan pada Januari-Maret 2021, maka sekitar tiga bulan kemudian turis baru melakukan perjalanan ke Indonesia,” ujar dia.

Budijanto mengatakan, upaya pemasaran untuk menarik turis asing ke Indonesia sebaiknya diarahkan ke negara-negara yang telah lebih dulu memberikan vaksin kepada warganya. “Selain lebih aman, negara tujuan juga nantinya tidak terlalu pusing,” ujar dia.

Dia meyakini, industri pariwisata sudah mulai berangsur pulih dan akan semakin membaik lagi pada tahun depan. “Kami selaku industri sangat optimistis sektor pariwisata akan kembali pulih. Kita sudah lihat cahaya di ujung terowongan,” ungkap dia.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN