Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Industri Pengolahan Nonmigas Masih di Atas Angka Pertumbuhan Ekonomi

Sabtu, 15 Mei 2021 | 19:46 WIB
Fajar Widhiyanto

Di tengah perlambatan ekonomi akibat merebaknya pandemi Covid-19, kinerja industri pengolahan nonmigas masih di atas angka pertumbuhan ekonomi. “Kita patut bersyukur kinerja industri pengolahan nonmigas menguat dan tumbuh positif dalam  enam bulan terakhir,” ujar Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dalam kesempatan halal bihalal yang dilakukan secara Sabtu (15/5).

Ia memparkan, bila dilihat secara year on year, pada kuartal pertama tahun 2021 industri non migas memang masih menunjukkan angka kontraksi, yaitu minus 0,71%, tetapi angka tersebut berada di atas angka pertumbuhan ekonomi sebesar minus 0,74%.

“Kemudian, angka Purchasing Managers Index (PMI) Indonesia per April tahun 2021 mencetak rekor angka tertinggi sepanjang sejarah yaitu 54,6. Sejalan dengan PMI, utilisasi industri pengolahan nonmigas pada Maret 2021 sebesar 61,30% meningkat dibanding dua bulan sebelumnya,” imbuhnya.

Kinerja ekspor sektor industri pada periode Januari-Maret 2021 mencapai angka US$ 38,95 miliar dan menghasilkan neraca surplus sebesar US$ 3,69 miliar. Tiga industri yang memberikan nilai terbesar antara lain industri makanan sebesar US$ 9,68 miliar, industri logam dasar sebesar US$ 5,86 miliar, dan industri bahan kimia, farmasi dan obat tradisional sebesar US$ 4,30 miliar.

Selanjutnya, nilai investasi sektor industri pada periode Januari-Maret 2021 sebesar Rp88,3 triliun naik 37,97% bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai investasi terbesar diberikan oleh industri logam, mesin dan elektronik sebesar Rp31,2 triliun, industri makanan sebesar Rp21,8 triliun, serta industri kimia farmasi sebesar Rp9,4 triliun.

Menperin menyebut, perkembangan positif kinerja industri secara umum tersebut tidak terlepas dari beberapa kebijakan penting Kemenperin seperti penurunan harga gas untuk industri, implementasi Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) di masa pandemi, serta penerapan relaksasi pajak penjualan atas barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM-DTP).

“Saya menyampaikan apresiasi yang sebaik-baiknya atas pencapaian ini dan saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras bapak dan ibu sekalian di setiap sektor, dalam memperbaiki kinerja industri yang terdampak secara kuat oleh pandemi,” tutur Menperin.

Pada kesempatan itu juga, Menperin menyampaikan pada jajarannya agar meningkatkan penyerapan anggaran dengan membangun sistem perencanaan penyerapan anggaran yang baik. Menperin juga ingin jajarannya mengoptimalkan implementasi program-program unggulan Kemenperin seperti Making Indonesia 4.0, subtitusi impor 35% pada tahun 2022, dan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN). Pasalnya program-program tersebut telah mendapatkan perhatian khusus dari Presiden, sehingga harus menjadi prioritas bagi setiap unit kerja di Kemenperin.

“Saya berharap, sekali lagi, nilai-nilai kejujuran dan disiplin yang ditempa selama puasa Ramadan benar-benar diaktualisasikan dalam rangka meningkatkan etos kerja dan kinerja individu dan organisasi kementerian,” kata Agus.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN