Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pantai di Indonesia menjadi salah satu tempat favorit wisatawan ke manapun pergi melancong. Foto ilustrasi: Investor Daily/Uthan A Rachim

Pantai di Indonesia menjadi salah satu tempat favorit wisatawan ke manapun pergi melancong. Foto ilustrasi: Investor Daily/Uthan A Rachim

Industri Perjalanan Wisata Gencarkan Penjualan Inbound

Eva Fitriani, Selasa, 2 Juli 2019 | 20:10 WIB

JAKARTA – Industri Perjalanan Wisata akan menggencarkan pemasaran wisata inbound untuk mendukung Pemerintah dalam mencapai target 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada tahun 2020. Para pelaku industri perjalanan wisata yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) telah menyatakan komitmennya untuk membuat paket-paket wisata yang bisa menarik lebih banyak turis asing berkunjung ke Indonesia.

“Asita siap mendukung program promosi Kementerian Pariwisata dalam meraih target kunjungan 20 juta wisman. Kami akan menggencarkan promosi paket-paket inbound untuk mendatangkan kunjungan wisman dari border tourism,” kata Ketua Umum Asita Nunung Rusmiati saat acara Halal bi Halal 1440 H Keluarga Besar Asita dan Rembuk Nasional di Jakarta, Senin (1/7).

Rusmiati menjelaskan, pada rembuk nasional Asita kali ini juga diusulkan rekomendasi kepada pemerintah terkait masalah harga tiket pesawat domestik. Harga tiket pesawat domestik sekarang ini, menurut Rusmiati, memang sudah relatif turun.

“Asita menyarankan kepada pemerintah supaya ada sub classes walaupun jumlahnya tidak banyak. Pada periode arus mudik kemarin, maskapai menaikkan harga di level TBA (Tingkat Batas Atas) tanpa ada subkelas harga. Kami minta pasca-lebaran ini maskapai dapat membuka subkelas harga,” kata dia.

Asita mencatat, penurunan harga tiket pesawat domestik terakhir kali terjadi saat pemerintah menurunkan tarif batas atas sebesar 12-16% pada Mei 2019.

Ketika itu, seluruh maskapai full service, medium service, dan low cost carrier (LCC) menurunkan harga. Adanya penurunan harga tersebut, diakui Rusmiati, membuat kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi pariwisata mulai meningkat.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA