Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hypermart Puri Indah, di Jakarta. Foto: Beritasatu Photo / Mohammad Defrizal

Hypermart Puri Indah, di Jakarta. Foto: Beritasatu Photo / Mohammad Defrizal

Industri Ritel Diprediksi Membaik Tahun Ini

Senin, 12 April 2021 | 17:11 WIB
Sanya Dinda (sanya.susanti@beritasatumedia.com) ,Harso Kurniawan (harso@investor.co.id) ,Thomas E Harefa (thomas@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id –  Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memprediksi industri ritel membaik tahun ini, kendati tak signifikan. Ketua Umum Aprindo Roy Mandey menegaskan, saat ini, masyarakat masih cenderung menahan belanja, karena berbagai faktor, seperti pembatasanoperasional ritel modern di beberapa wilayah, kebijakan larangan mudik, dan kekhawatiran potensi penularan Covid-19.

Di luar itu, dia mengungkapkan, sebagian daerah masih memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), sehingga toko ritel modern mesti tutup pukul 7 malam.

“Tetapi, kondisi tahun ini agak lebih baik dari Lebaran tahun lalu. Tahun lalu, Indeks Penjualan Riil (IPR) Bank Indonesia turun 206%, sedangkan tahun ini saya kira turun hanya 10%,” kata Roy kepada_Investor Daily, Sabtu (10/4).

Ketua Umum Aprindo Roy Mandey. Foto: IST
Ketua Umum Aprindo Roy Mandey. Foto: IST

Roy menilai, seharusnya tidak perlu lagi ada penerapan PSBB, mengingat sudah ada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali. Adapun wilayah yang tidak menerapkan PPKM semestinya mengizinkan toko ritel modern beroperasi sampai pukul 9 malam.

Sementara itu, kata Roy, kebijakan larangan mudik juga akan berdampak signifikan terhadap kinerja toko ritel modern. Pasalnya, pendapatan ritel saat musim mudik berkontribusi hingga 45% dari total target pendapatan setiap tahun.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia
Pertumbuhan ekonomi Indonesia

Dari data pemerintah, menurut Roy, sebanyak 30% dari total penduduk Indonesia atau mencapai 90 juta orang melakukan mudik setiap menjelang Lebaran. “Kalau dilarang mudik, orang yang di kota besar mau beli apa? Mereka_tidak_keluar_rumah atau keluar kota. Namun, jika ada mudik, 25-30% penduduk yang mudik beli oleh-oleh, membeli makanan dan minuman untuk perjalanan dan busana muslim untuk silaturahmi,” terang Roy.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia menurut lapangan usaha
Pertumbuhan ekonomi Indonesia menurut lapangan usaha

Roy juga meminta pemerintah mengalokasikan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) untuk ritel modern. Sampai saat ini, industri ritel modern masih belum menjadi prioritas utama pemerintah. Padahal, sejak Januari sampai Maret 2021, rata-rata dua toko ritel modern tutup setiap hari, sehingga sekitar 90 toko ritel modern tutup sepanjang kuartal I-2021.

“Kalau tahun lalu, sekitar 4-5 toko tutup setiap hari. Sedangkan tahun 2021, rata-rata dua toko tutup setiap hari. Ini semestinya menjadi perhatian pemerintah, karena dengan tutup toko, akan ada PHK (pemutusan hubungan kerja),” ucap dia. (ts/esa)

Baca juga

https://investor.id/macroeconomics/ekonomi-kuartal-ii-bisa-tumbuh-7

https://investor.id/business/ppnbm-0-sektor-otomotif-pun-menggeliat

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN