Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Deputi Bidang StatistikDistribusi dan Jasa BPS, Setianto

Deputi Bidang StatistikDistribusi dan Jasa BPS, Setianto

Inflasi Desember 2020 Sebesar 0,45%

Senin, 4 Januari 2021 | 12:32 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Desember 2020 mencapai 0,45%. Bila dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya inflasi terus mengalami peningkatan.

Pada bulan Oktober inflasi berada di angka 0,07% lalu naik menjadi 0,28% di November. Serta meningkat lagi jadi 0,45% pada Desember 2020. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Desember) 2020 dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2020 terhadap Desember 2019) sebesar 1,68%.

“Inflasi Desember 2020 banyak dipengaruhi oleh naiknya harga komoditas antara lain adalah cabai merah, telur ayam ras, cabai rawit, dan tarif angkutan udara,” ucap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Setianto dalam konferensi pers secara virtual pada Senin (4/1).

Setianto mengatakan dalam kelompok pengeluaran  makanan, minuman, dan tembakau ini terjadi inflasi sebesar 1,49% dengan andil sebesar 0,38%. Komoditas yang memberikan andil terhadap kelompok ini yaitu  cabai merah sebesar 0,2% telur ayam ras sebesar 0,06% cabai rawit andilnya sebesar 0,05%. 

Kelompok pengeluaran terbesar  kedya yang memberikan andil kepada inflasi adalah transportasi. Kelompok tersebut mengalami inflasi 0,46% dengan andil inflasi sebesar 0,06%. Hal ini disebabkan oleh andil dari tarif angkutan udara sebesar 0,05%.

“Kelompok  pengeluaran penyediaan makanan, minuman, dan restoran mengalami inflasi sebesar 0,27% dengan andil 0,02%,” ucap Setianto.

Ia mengatakan  dari 90 kota yang didata 87 Kota mengalami inflasi 3 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi adalah gunung Sitoli yaitu sebesar 1,87%.  Hal ini disebabkan kenaikan harga komoditas  harga cabai merah dengan andil 0,64% dan cabai rawit dengan andil 0,38%. 

Inflasi terendah terjadi di kota Tanjung Selor yaitu sebesar 0,05%. Kota yang mengalami  deflasi tertinggi yaitu Luwuk sebesar 0,26%.

Deflasi terjadi karena ada andil dari dari cabai merah sebesar 0,1% dan angkutan udara sebesar 0,09%.

“Deflasi terendah ada di Ambon yaitu minus 0,07%,” imbuh Setianto.

Kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01%; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,01%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,29%. Sementara kelompok yang tidak mengalami perubahan, yaitu kelompok pendidikan.

Komponen inti pada Desember 2020 mengalami inflasi sebesar 0,05%. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari– Desember) 2020 dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Desember 2020 terhadap Desember 2019) sebesar 1,6%.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN