Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Inflasi

Ilustrasi Inflasi

Inflasi Lebaran Mei 2020 Sebesar 0,07%, Terendah Sejak 1978

Arnoldus Kristianus, Selasa, 2 Juni 2020 | 14:26 WIB

JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mendata inflasi pada Mei 2020 sebesar 0,07% berada di posisi terendah sejak tahun 1978. BPS menilai posisi inflasi pada Mei 2020 bisa rendah karena adanya kesiapan pemerintah dalam mengantisipasi permintaan pangan jelang lebaran namun disisi lain justru permintaan masyarakat juga menurun.

“Inflasi lebaran di Mei ini, terendah sejak 1978,” ucap Direktur Statistik Harga BPS Hasan saat dihubungi pada Selasa (2/6).

Sebagai perbandingkan di tahun 1978 bulan Ramadan berlangsung pada Agustus hingga September. Hari Raya Lebaran dirayakan pada tangga 4 September dan di bulan yang sama terjadi deflasi 1,19%.

Sedangkan di tahun 2020 ini Ramadan mulai berlangsung pada bulan Mei dan Hari Raya Lebaran berlangsung pada 24 Mei 2020. Dalam dua bulan terakhir posisi inflasi berada pada posisi 0,08% dan 0,07%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto menuturkan inflasi pada Mei 2020 bisa berada pada pada posisi rendah angka 0,07% karena berbagai faktor. Beberapa diantaranya yaitu kesiapan pemerintah dalam mengantisipasi permintaan pangan untuk Hari Raya Lebaran. Di saat yang sama juga ada dampak dari pandemi virus corona (Covid 19) menyebabkan penurunan permintaan.

“Pemerintah sudah bersiap siap jauh jauh hari sehingga pasokan pangan pada mei ini relatif terjaga,” ucap Kecuk

Ia menuturkan adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) juga turut mempengaruhi aktivitas ekonomi termasuk permintaan akan barang. PSBB mempengaruhi tingkat pendapatan masyarakat. Sehingga aktifitas belanja masyarakat ikut menurun.

“Ini yang menyebabkan banyak terjadi penurunan permintaan pada bulan Mei disatu sisi dari sisi supply banyak terjadi perlambatan produksi karena PSBB bahan baku dan melemahnya permintaan,” ucap Kecuk.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN