Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Inflasi Minggu Keempat Desember di Bawah Rata-rata 5 Tahun Terakhir

Triyan Pangastuti, Jumat, 27 Desember 2019 | 16:29 WIB

JAKARTA, investor.id – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan bahwa secara bulanan atau month to month (mtm), inflasi hingga minggu keempat Desember tercatat  0,55%, sedangkan secara tahunan atau year on year (yoy) mencapai 2,93%. Inflasi Desember ini lebih rendah dibandingkan rata-rata inflasi bulan yang sama dalam lima tahun terakhir.

Oleh karena itu, bank sentral meyakini, pergerakkan inflasi hingga akhir tahun akan tetap terkendali. “Jadi, seperti kami sampaikan, ini di bawah rata-rata historis lima tahun terakhir sebesar  0,58%. Dan alhamdulillah, (secara tahunan) ini di bawah 3%, sebelumnya perkiraan kami 3,1%,” ujar Perry di Gedung BI, Jakarta, Jumat (27/12).

Dengan pencapaian inflasi hingga akhir Desember ini, Bank Indonesia pun memperkirakan, inflasi akan tetap terkendali pada 2020 dalam kisaran sasaran 3±1%. Ini sejalan dengan langkah BI yang konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna memastikan inflasi terjaga dalam kisaran sasaran.

Perry mengatakan inflasi  disumbang oleh momen liburan terkait tarif angkutan udara yang menyumbang 0,07%, harga telur ayam 0,08%, dan harga bawang merah 0,08%. Sementara itu, bahan pangan yang menyumbang deflasi adalah cabe merah yaitu mencapai 0,05% dan cabe rawit 0,02%. 

Menurut Perry, langkah pengendalian inflasi tahun ini ditunjukkan dengan  sinergitas melalui program 4K yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. Hanya saja, tim masih memiliki pekerjaan rumah untuk meningkatkan sinergi dalam memperkuat infrastruktur, terutama terkait kelancaran distribusi pangan di luar Pulau Jawa.

Perry menambahkan, BI akan terus mendukung sinergi dan inovasi dari tim pengendalian  baik di pusat maupun di berbagai daerah melalui 46 kantor kantor perwakilan bank Indonesia. BI pun akan selalu mengarahkan seluruh kebijakan, tidak hanya dalam pengendalian inflasi tapi juga untuk menciptakan stabilitas nilai tukar serta mendukung pertumbuhan ekonomi.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN