Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Inflasi

Ilustrasi Inflasi

Inflasi Rendah Akibat Pembatasan Aktivitas dan Menurunnya Permintaan Masyarakat

Triyan Pangastuti, Sabtu, 6 Juni 2020 | 12:29 WIB

JAKARTA, investor.id –  Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan, survei pemantauan harga (SPH) yang dilakukan bank sentral pada pekan pertama Juni 2020 menunjukkan terjadi inflasi 0,04% secara month to month (mtm) dan 1,81% secara year on year (yoy).

Perry Warjiyo dalam media briefing secara virtual, Jumat (5/6) mengatakan, inflasi tersebut lebih rendah dibandingkan bulan lalu yang tercatat 0,07%. Inflasi yang rendah ini disebabkan oleh beberapa faktor yakni adanya pembatasan aktivitas manusia dan menurunnya permintaan sejalan dengan pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat media briefing di Jakarta, Jumat (05/06/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Humas Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat media briefing di Jakarta, Jumat (05/06/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Humas Bank Indonesia

“Berbagai faktor inflasi rendah karena permintaan masyarakat, pengaruh PSBB, aktivitas ekonomi masyarakat, pendapatan masyarakat alami penurunan, dan konsumsi masyarakat juga menurun. Kenapa permintaan lebih rendah, ini disebabkan rendahnya inflasi,” tutur dia.

Ia mengatakan, bank sentral akan terus berkoordinasi erat dengan tim pengendali inflasi daerah (TPID) dan tim pengendali inflasi pusat (TPIP) untuk menjaga ketersediaan pasokan pangan dan distribusi bahan pangan terjaga.

Inflasi yang rendah juga kerena kredibilitas kebijakan yang bisa diukur dari terkendalinya ekspektasi inflasi. “Kredibilitas kebijakan BI kendalikan stabilitas moneter dan pemerintah menjaga ekonomi melalui kebijakan fiskal,” ujar dia. (jn)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN