Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam acara Dialog Intergenerasional Women and Girls : Game Changer in Development, Sabtu (6/3/2021).

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam acara Dialog Intergenerasional Women and Girls : Game Changer in Development, Sabtu (6/3/2021).

Ingin Ekonomi Lebih Baik, Perempuan dan Laki-Laki Harus Dapat Kesempatan Sama

Sabtu, 6 Maret 2021 | 17:22 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id -   Menteri Keuangan (Menkue) Sri Mulyani Indrawati menekankan pentingnya kesempatan yang sama antara laki-laki dan perempuan untuk berpartisipasi di dalam kegiatan ekonomi. Bila itu dilakukan, ekonomi dunia akan menjadi lebih baik dan merata. 

“Banyak studi mengatakan kalau suatu negara memberikan kesempatan yang sama bagi laki-laki dan perempuan untuk berpartisipasi di dalam ekonomi, dunia ini ekonominya akan jauh lebih tinggi, lebih baik dan lebih makmur secara lebih merata. Angkanya bisa sampai US$ 26 triliun, atau sekitar 28% dari GDP dunia,” kata Sri Mulyani dalam acara Dialog Intergenerasional “Women and Girls : Game Changer in Development”, Sabtu (6/3/2021).

Sri Mulyani mengungkapkan, jumlah perempuan di parlemen saat ini masih di bawah 30%. Kondisi ini memang bisa membuat kita berkecil hati, tetapi di sisi lain ini hal yang positif bahwa ke depan partisipasi perempuan di dalam parlemen bisa lebih ditingkatkan.

“Jumlah perempuan di kabinet atau board of director di perusahaan-perusahan, itu selalu minoritas. Ini yang menggambarkan bahwa generasi kalian (muda) masih punya harapan untuk terus memperjuangkan dan menunjukkan bahwa keragaman di dalam pengambil keputusan akan menghasilkan keputusan yang lebih baik,” ujarnya.

Sri Mulyani juga menyinggung masih adanya perlakuan yang tidak adil antara laki-laki dan perempuan, di mana perempuan seringkali diupah lebih rendah dari laki-laki, padahal menduduki posisi yang sama.  Menurut Survei Angkatan Kerja Badan Pusat Statistik (BPS) Februari 2020, perempuan memiliki pendapatan 23% lebih rendah dari laki-laki. Pendidikan saja ternyata juga tidak dapat menutup kesenjangan upah

“Ini banyak, bahkan di perusahan internasional yang selama ini mengadvokasi gender equality pun secara tidak sadar di dalamnya masih mempraktekan hal itu. Bias itu mungkin juga banyak laki-laki yang tidak sadar bahwa itu bias, karena mereka taking for granted ya dari kecil dididik seperti ini. Padahal ini tidak fair untuk gender yang lain,” kata Sri Mulyani. 

Karenanya, pemahaman tentang hak yang sama antara laki-laki dan perempuan ini harus ditanamkan sejak dini.

“Perlu ada perspektif yang aware, yang sadar bahwa dunia ini diciptakan dengan adanya perbedaan, tetapi harus sama levelnya. Beda itu tidak berarti yang satu ada di bawah. Beda itu ya kayak sandal kiri dan kanan saja, beda tapi sama. Berbagai undang-undang memang bisa kita produce, tetapi implementasinya membutuhkan peranan kita bersama,” kata Sri Mulyani.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN