Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri BUMN Erick Thohir

Menteri BUMN Erick Thohir

Ini Alasan Erick Konsolidasikan Pegadaian, PNM, dan BRI

Minggu, 13 Desember 2020 | 21:06 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan alasan melakukan konsolidasi tiga BUMN yakni PT Pegadaian (Persero), PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, dan PT BRI (Persero), untuk mendorong UMKM naik kelas memenuhi akses pembiayaan.

“Kemarin kita juga konsolidasikan Bank BRI, PNM dan juga Pegadaian, supaya menjadi satu database sehingga dengan sistem satu database ini kita bisa mendorong pengusaha UMKM naik kelas," kata Erick Thohir dalam webinar Sabtu (12/12).

Di sisi lain ia mengatakan peran pemerintah dalam mendorong UMKM naik kelas ada tiga yakni mempermudah akses pembiayaan, kedua pemasaran, ketiga terkait logistik.

Dengan konsolidasi ini bank dan lembaga pembiayaan ini, maka UMKM dapat menikmati tawaran akses pendanaan dengan pinjaman mulai dari Rp 2 juta sampai dengan Rp 10 juta. Kemudian nanti kalau pinjaman Rp 20 sampai dengan Rp 30 juta itu dibantu oleh Pegadaian, selanjutnya untuk pinjaman Rp 50 juta maka Bank BRI yang masuk.

Di sisi lain ia mengatakan keberpihakan terhadap pelaku UMKM di tengah tekanan pandemi Covid-19, harus dijalankan bersama oleh pemerintah, BUMN dan Swasta.

“Kondisi UMKM sangat berbeda dengan tahun 1998, di saat tahun 1998 UMKM jadi pondasi dan saat Covid-19 justru UMKM sangat terkena, suka ga suka keberpihakan ke UMKM harus dari pemerintah swasta dan BUMN,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan dukungan BUMN terhadap UMKM diwujudkan dalam 2 program. Pertama melibatkan pelaku UMKM untuk pengadaan barang atau capital expenditure (capex) yang ada di perusahaan-perusahaan BUMN.

Di sisi lain, Kementerian BUMN telah meluncurkan Pasar Digital (PaDi) UMKM, di mana diawali dengan 9 perusahaan BUMN seperti Telkom untuk delapan jenis pengadaan.

Kendati begitu, ia memastikan keterlibatan BUMN dalam PaDI UMKM akan meningkat menjadi 41 BUMN di tahun 2021.

Program kedua, Kementerian BUMN juga bersinergi dengan Kementerian Koperasi UKM serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk Sarinah, di mana mencoba mengganti strateginya bahwa Sarinah harus 80% produk yang dipasarkannya adalah merek Indonesia.

Selain itu, Kementerian BUMN juga sudah membuka akses pasar internasional bagi pelaku UMKM melalui kerja sama dengan perusahaan ritel duty free global ternama Dufry dengan komitmen harus membuka 10 produk unggulan Indonesia.

"Kita sebagai trading house dan perusahaan ritel, tetapi kita juga meminta dukungan pembinaan dan pendampingan UMKM dari Kemenkop UKM serta kurator dari Kemenparekraf," katanya.

Di sisi lain, pemerintah juga membentuk program bantuan usaha bagi pelaku usaha mikro dengan anggaran Rp 26,4 triliun. Anggaran tersebut menjadi hibah bagi 13,9 juta pelaku UMKM yang mendapatkan Rp 2,4 juta.

“Mereka sangat tertolong hibah dana yang tidak perlu dibalikkan.” ucapnya.

Lebih lanjut, Erick menegaskan bahwa peranan Bank Himbara untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional juga cukup signifikan yang tercermin dari realisasi restrukturisasi kredit bank telah mencapai Rp 490 triliun. Hal ini pun berdampak terhadap penurunan kinerja bank himbara, namun hal itu dinilainya wajar di masa pandemi.

Adapun restrukturisasi yang diberikan Bank Himbara berupa penundaan pembayaran pokok, pembayaran bunga hingga penurunan bunga, yang ditujukan bagi pengusaha yang bisnisnya terdampak pandemi Covid-19.

“Karena itu jangan kaget, kalau bank Himbara, ininya (kinerjanya) tergerus. Tetapi, ini kan memang penugasan yang harus kita tolong,” tuturnya.

Meski begitu, Erick meyakini performa Himbara akan terus meningkat di masa depan tercermin dari langkah pemerintah untuk melakukan konsolidasi beberapa lembaga pembiayaan dan bank.

“Ini penugasan harus ditolong dan Insya Allah performance akan terus meningkat,” katanya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN