Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

Ini Alasan Pemerintah Terapkan Insentif PPnBM

Senin, 1 Maret 2021 | 22:14 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Pemerintah resmi memberikan relaksasi insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) resmi berlaku hari ini, Senin (1/3).

Kebijakan itu tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 20/PMK.010/2021 tentang Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Atas Penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2021.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan,  pemerintah akan terus mendorong konsumsi melalui berbagai stimulus dan meningkatkan utilisasi dari industri otomotif yang di tahun lalu mengalami tekanan signifikan hingga kontraksi 50%.

Bahkan Industri mesin beserta perlengkapannya dari kapasitas normal 80,5% jadi 40% dan kendaraan bermotor dari 80,8% jadi 40%. Kemudian kendaraan motor turun sebesar 43,57%, mobil turun 48,35%, dan suku cadang minus 23%.

“Oleh karena itu, diperlukan pemberian stimulus bagi kendaraan bermotor karena industri manufaktur berkontribusi 19,88% terhadap PDB. Secara khusus, pangsa industri alat angkutan memiliki kontribusi 1,35% terhadap PDB, namun pertumbuhannya mengalami kontraksi paling dalam, yaitu -19,86%,”tuturnya dalam konferensi pers pemberian insentif kendaraan bermotor dan perumahan, Senin (1/3).

Ia optimistis insentif ini dapat berimplikasi positif pada sektor otomotif, misalnya dapat mempertahankan basis industri otomotif. Kemudian, berpotensi menyerap 1,5 juta tenaga kerja langsung dan 4,5 juta tenaga kerja tidak langsung, serta berdampak pada 7.451 pabrik yang menyumbang Rp 700 triliun pada PDB dan memiliki multiplier effect yang cukup luas.

“Nah sektor di bawah 1.500 (cc) tingkat kandungan dalam negerinya tertinggi, sehingga diberikan fasilitas pengurangan PPnBm selama 3 bulan yaitu 100%, 50% dan 25%. Selain itu sudah dapat kredit dari BI (Bank Indonesia) maupun OJK dan sudah diatur DP 0%," ujarnya.

Sebagai infromasi, Insentif berikan untuk kategori kendaraan sedan tipe kapasitas silinder maksimal 1.500 cc. Lalu 4x2 tipe dengan kapasitas silinder maksimal 1.500 cc. Selain kendaraan ini mengandung tingkat komponen dalam negeri (TKDN) lebih dari 70%.

Lebih lanjut, Airlangga mengatakan bahwa besaran insentif PPnBM akan dilakukan melalui 3 tahap. Pertama penurunan 100 % dari tarif yang terhitung dari Maret. Kedua, untuk penurunan tarif  50 persen dilakukan pada 3 bulan selanjutnya,  dan triwulan selanjutnya tarif yang dikurangi sebesar  25%.

“Sebagai tambahan sektor otomotif ini pembiayaan oleh lembaga pembiayaan 70% dan sisanya oleh perbankan. Ini terdiri dari totalnya hampir Rp 350 triliun,” jelasnya.

Di sisi lain, Airlangga menilai kelompok kelas menengah atas cenderung menabung dan menahan belanja yang tercermin dari data jumlah nilai tabungan berdasarkan tiering.

Secara rinci, jumlah tabungan kurang dari Rp 100 juta pertumbuhannya di tahun lalu mencapai 8,1%, tabungan sekitar Rp 100 juta hingga Rp 500 juta memiliki pertumbuhan tabungan 8,4%. Kemudian untuk tabungan Rp 500 juta hingga Rp 1 Miliar pertumbuhan tabungannya mencapai 8,6%.

Sementara itu tabungan Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar, memiliki pertumbuhan tabungan mencapai 9,3%, tabungan sekitar Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar memiliki pertumbuhan tabungan 5,3%. Peningkatan tertinggi pada tabungan di atas Rp 5 miliar kenaikannya hingga 14,2%.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN