Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia

Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia

Ini Lima Negara dengan Investasi Terbesar di Indonesia

Selasa, 27 Juli 2021 | 18:07 WIB
Tryan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Kementerian Investasi menyebut, lima negara dengan investasi terbesar di Indonesia sepanjang kuartal II-2021 adalah Singapura, Hong Kong, Belanda, Jepang, dan Tiongkok.

Singapura masih menjadi negara  yang mendominasi investasi langsung dari asing (Penanaman Modal Asing/PMA) di Indonesia.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia melaporkan, realisasi investasi Singapura pada kuartal II-2021 sebesar US$ 2,1 juta dengan 3.821 proyek.

Kemudian posisi kedua ditempati Hong Kong dengan nilai investasi US$ 1,4 juta untuk 615 proyek.

"Jadi Singapura tetap masih di nomor satu, kemudian Hong Kong. Menariknya, Belanda bisa menggeser Jepang di posisi tiga," kata Bahlil dalam konferensi pers virtual, Selasa (27/7).

Dia menjelaskan, pada kuartal II-2021, Belanda mampu berada di posisi ketiga dengan nilai investasi mencapai US$ 1,1 juta dan jumlah proyek 614.

Di bawah Belanda, lanjut Bahlil, Jepang menempati posisi keempat dengan nilai investasi US$ 700.000 ke dalam 1.501 proyek.

“Sementara di posisi kelima ada Tiongkok dengan nilai investasi sebesar US$ 600.000 dengan 642 proyek,” ujar di a.

Menurut Bahlil, meningkatnya peringkat Belanda sebagai investor Indonesia, menunjukkan kepercayaan dunia internasional khususnya dari Eropa.

Setelah Inggris keluar dari Uni Eropa atau Brexit, kata dia, Belanda memang dijadikan sebagai hub investasi oleh beberapa negara.

"Belanda masuk tiga besar, ini artinya sebuah pesan positif bagi kepercayaan dunia internasional, khususnya Eropa kepada Indonesia. Ketika terjadi Brexit, Belanda memang dijadikan hub oleh beberapa negara," jelas dia.

Sementara posisi investasi dari Jepang yang menurun, menurut Bahlil, juga berkaitan dengan langkah Negeri Sakura untuk menarik para pekerjanya dari Indonesia akibat lonjakan pandemi Covid-19. "Harus diakui, setiap perusahaan yang sedang menjalankan operasi, ketika sebagian tenaga ahli pulang pasti ada dinamika dalam percepatan pekerjaan" tutur dia.

Kendati demikian, Bahlil memastikan, pemerintah akan melakukan komunikasi dengan pihak Jepang untuk membahasnya dan mencari solusi terkait permasalahan tersebut.

"Dinamika ini harus kita lakukan upaya bagaimana memediasi mereka untuk  bisa diselesaikan. Kemudian apakah ada dampaknya di kuartal III? Saya belum bisa jawab sekarang. Ini harus ditanyakan ke mereka apa masalah dan solusi yang dibuat. Tolong berikan kami kesempatan sedikit untuk mendeteksi perusahaan mana saja yang tenaga kerjanya balik," lanjut Bahlil.

 

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN