Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
BKPM-Kantor

BKPM-Kantor

Ini Lima Negara Penyumbang Investasi Terbesar Sepanjang 2019

Triyan Pangastuti, Rabu, 29 Januari 2020 | 15:14 WIB

JAKARTA, investor.id – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan, realisasi penanaman modal asing (PMA) tahun 2019 mencapai Rp 423,1 triliun atau 87,5% dari target sebesar Rp 483,7 triliun. Tercatat, ada lima negara penyumbang investasi terbesar ke Indonesia yakni Singapura, Tiongkok, Jepang, Hong Kong, dan Belanda.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, nilai investasi PMA yang meningkat karena investor sudah yakin atas perkembangan kondisi perekonomian dalam negeri. Selain itu, dipengaruhi oleh isu politik yang sudah berakhir sehingga ikut mendorong kepastian investor.

"Gairah ekonomi domestik semakin firm, investor yakin pertumbuhan dan perkembangan ekonomi dalam negeri yang semakin baik," ujar dia di gedung BKPM, Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Sepanjang tahun 2019 Singapura masih menjadi negara asal investasi terbesar yang masuk ke Indonesia mencapai US$ 6,5 miliar, atau 23,1% dari total PMA.

Posisi kedua ditempati oleh investasi yang berasal dari negara Tiongkok US$ 4,7 miliar. Lalu menyusul negara Jepang sebesar US$ 4,3 miliar, keempat Hong Kong mencapai US$ 2,9 miliar, dan kelima Belanda US$ 2,6 miliar.

Adapun lima sektor yang dituju oleh PMA pada tahun lalu adalah listrik, gas, dan air dengan investasi sebesar US$ 5,9 miliar. Kedua adalah transportasi, gudang, dan telekomunikasi mencapai US$ 4,7 miliar. Kemudian ketiga adalah sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar US$ 3,5 miliar. Sektor keempat mencakup perumahan kawasan industri dan perumahan sebesar US$ 2,8 miliar, dan terakhir pertambangan mencapai US$ 2,2 miliar.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN