Menu
Sign in
@ Contact
Search
bendungan garapan Hutama Karya
Sumber: Hutama Karya

bendungan garapan Hutama Karya Sumber: Hutama Karya

Ini Progres Pembangunan Bendungan Garapan Hutama Karya

Sabtu, 17 September 2022 | 08:30 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Hutama Karya turut menjadi salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya yang membangun beberapa bendung dan bendungan dengan target penyelesaian pada tahun 2023-2025, antara lain Bendungan Bulango Ulu Paket I (Gorontalo), Bendungan Meninting Paket I (Nusa Tenggara Barat), Bendungan Ameroro Paket II (Sulawesi Tenggara), Bendungan Way Apu Paket II (Maluku), Bendungan Tiga Dihaji (Sumatra Selatan) & Bendung Batang Toru (Sumatra Utara).

Setelah sebelumnya merampungkan beberapa proyek bendungan diantaranya Bendungan Bintang Bano (Nusa Tenggara Barat), Bendungan Bendo (Jawa Timur) dan Bendungan Ladongi (Sulawesi Tenggara), Hutama Karya juga melakukan percepatan penyelesaian pembangunan bending dan bendungan yang sedang digarap guna mendukung terciptanya ketahanan air dan pangan di berbagai wilayah di Indonesia.

Baca juga: Hutama Karya Rampungkan Pembangunan Dua Mega Proyek Pembangkit Listrik

Direktur Operasi I Hutama Karya Gunadi menyampaikan bahwa Hutama Karya berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan bendung dan bendungan yang ditargetkan rampung di tahun 2023-2025. Akhir tahun ini Bendung Batang Toru akan dirampungkan, dimana saat ini progres konstruksi telah mencapai 98,66%. perseroan juga memantau progres pembangunan bendungan lainnya yang sedang digarap serta menyiapkan sejumlah strategi percepatan.

“Salah satunya dengan menambah jumlah alat pekerjaan timbunan, double shift untuk pekerjaan pengecoran spillway dan berkoordinasi dengan masyarakat setempat untuk mempercepat pembebasan lahan agar rampung sesuai target dengan kualitas konstruksi yang baik,” ungkap Gunadi dalam keterangan pers, Sabtu (16/9/2022).

Lebih lanjut ia menyatakan bahwa pekerjaan konstruksi bendungan harus memiliki kualitas konstruksi yang baik karena kondisi geologi masing-masing pembangunan bendungan cukup berbeda. Diperlukan inventarisasi, pemantauan dan evaluasi serta kajian terhadap permasalahan yang terjadi dilapangan dan juga pendekatan secara sosial. Penerapan metode kerja dan teknologi Building Information Modelling (BIM), Bekisting spillway menggunakan Steel Formwork khusus dan penggunaan Hydroseding (sebagai penahan tanah) yang digunakan untuk turut mempercepat proses pembangunan sehingga hasil pembangunan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

Baca juga: Progres Capai 80%, Hutama Karya Targetkan Pembangunan Pelabuhan Sanur Tepat Waktu

“Dengan banyaknya pengalaman pembangunan bendungan yang dimiliki oleh perusahaan serta penerapan digitalisasi konstruksi, kami optimis dapat menyelesaikan tugas dengan tepat waktu, tepat biaya dan tepat mutu,” papar Gunadi.

Beberapa bendungan yang dikerjakan oleh Hutama Karya yang ditargetkan rampung di tahun 2023 - 2025 lainnya adalah Bendungan Ameroro Paket II di Sulawesi Tenggara telah mencapai progress pembangunan hingga 63,28% pada akhir Agustus. Bendungan yang dibangun sejak tahun 2020 dan akan rampung di tahun 2023 mendatang, memiliki kapasitas tampung 54,15 juta m3 dengan luas genangan 244,51 Ha yang berpotensi menambah layanan daerah irigasi seluas 3.363 Ha di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Sedangkan Bendungan Bulango Ulu Paket I yang sudah dibangun sejak 2019, namun sempat terkendala dengan proses pembebasan lahan, saat ini progres masih mencapai 7,47%. Ditargetkan rampung pada tahun 2024, bendungan ini diharapkan mampu mereduksi banjir hingga 84,62%, memiliki luas genangan 614,72 Ha dan mampu memberikan manfaat irigasi bagi 4.194 Ha sawah. Bendungan ini juga akan menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) sebesar 4,96 MW dan akan menyuplai air bersih 2,2 m3 per/detik untuk kabupaten Bone Bolango, Kota Gorontalo.

Baca juga: Semester I-2022, Pendapatan Hutama Karya Capai Rp 8,9 T

Selain itu, terdapat juga Bendungan Way Apu Paket II di Maluku yang memiliki luas area genangan mencapai 235,10 Ha , dapat memberikan air irigasi seluas 10.000 Ha dan mampu mereduksi banjir sebesar 557 m3 per detik. Ditargetkan rampung pada 2024, dengan progres pembangunan hingga akhir Agustus lalu sudah mencapai 70,16 %, bendungan ini bisa menjadi pembangkit listrik sebesar 8 MW yang mampu menerangi kurang lebih 8.750 rumah.

Terdapat juga bendungan lainnya yakni, Bendungan Meninting Paket I di Nusa Tenggara Barat yang mulai dibangun sejak tahun 2019 dengan progres saat ini mencapai 29,01%. Bendungan yang ditargetkan dapat dinikmati masyarakat sekitar pada tahun 2024 nantinya akan mengairi daerah irigasi seluas 1.559,29 Ha, memenuhi kebutuhan air baku untuk Kabupaten Lombok Barat bagian Utara sebesar 150 liter/detik dan menyediakan energi listrik sebesar 2 x 0.4 MW.

Pada tahun 2025 Hutama Karya juga menargetkan penyelesaian Bendungan Tiga Dihaji sebagai bendungan pertama di Sumatra Selatan, dengan presentase progres pembangunan sampai dengan akhir agustus 2022 sebesar 19,82 % dan akan menambah kapasitas daerah irigasi untuk lahan pertanian seluas 18.219 Ha. Bendungan ini memiliki ketinggian puncak mercu bendungan setinggi 122 meter dan lebar 950 meter dan nantinya mampu melayani daerah irigasi sebesar 25 ribu Ha daerah irigasi baru dan menyediakan listrik sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebesar 40 MegaWatt (MW).

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com