Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung Graha Gabah, Kantor Pusat PT Pertani (Persero)

Gedung Graha Gabah, Kantor Pusat PT Pertani (Persero)

Ini Rencana Besar di Balik Merger PT Pertani dengan SHS

Kamis, 7 Oktober 2021 | 23:55 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id - Kehadiran perusahaan hasil merger antara PT Pertani (Persero)  dan PT Sang Hyang Seri (Persero) dipercaya akan menciptakan pertumbuhan pesat karena model bisnis keduanya akan menghasilkan suatu ekosistem bisnis end to end.

Karena di sektor hulu kedua perusahaan tersebut menangani perbenihan, penyediaan sarana produksi pertanian, pengolahan hasil pertanian, penelitian, pengembangan pertanian serta corporate farming.

Sementara di sektor hilir kedua perusahaan tersebut sudah banyak berpengalaman pada produksi barang jadi seperti beras premium, beras khusus, benih, pupuk organik dan hortikultura.

Direktur Utama PT Pertani (Persero) Maryono dalam keterangan tertulis Kamis (7/10/2021) menyatakan, proses merger ini telah resmi dimulai dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 98 Tahun 2021 Tanggal 15 September 2021.

“Pergabungan hasil PT Pertani ( Persero ) dan PT Sang Hyang Seri ( Persero ) diharapkan dapat memperkuat perkembangan pada sektor pertanian nasional. Sehingga harapannya, hal ini dapat mendorong pelaku industri pertanian untuk turut maju dan berkembang serta kesejahteraan pertani menjadi naik kelas” ujar Direktur Utama PT Pertani, Maryono.

Menteri BUMN Erick Thohir juga menjelaskan seperti yang dikutip pada acara Jakarta Food Security Summit menjelaskan, rencana besar dengan penggabungan Pertani dan SHS ini dapat menjadi kekuatan tersendiri karena era bibit/benih menjadi kunci food security ke depan, melalui peningkatan teknologi sehingga dapat menciptakan value tersendiri sehingga dapat berkompetisi dengan negara lain.

Sementara itu, Staf Khusus III Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengungkapkan proses penggabungan BUMN ini juga bagian dalam pembentukan holding BUMN pangan yang dipimpin PT RNI,  Arya meyakini proses penggabungan sejumlah BUMN klaster pangan akan memperkuat ekosistem pangan nasional ke depan.

"Ini langkah Pak Erick Thohir supaya satu kesatuan ekosistem dalam membantu industri pangan dan BUMN-BUMN dengan diholding mereka akan lebih fokus, kuat, dan tidak saling bersaing," kata Arya

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN