Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gita Wirjawan

Gita Wirjawan

Inilah 7 Fenomena Dunia Pasca-Covid

Novy Lumanauw, Minggu, 14 Juni 2020 | 08:25 WIB

JAKARTA – Mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengingatkan  bahwa  situasi  dunia pasca-Covid-19  akan cenderung menjadi lebih rumit. Ada tujuh fenomena yang akan mewarnai dunia pasca-Covid.

Dunia pasca-Covid akan  diwarnai pergeseran model bisnis dari paradigma lama ke paradigma digital atau virtual,  serta  terciptanya  polarisasi  antara Tiongkok dan Amerika Serikat.

“Tidak mudah untuk ditebak, tapi saya kira ada beberapa atribut yang akan cenderung mewarnai era pasca-Covid-19,” kata Gita di Jakarta, pada Sabtu (13/6/2020).

Ia mengatakan, sedikitnya ada tujuh atribut atau fenomena yang harus diperhatikan pemerintah dan kalangan dunia usaha.

Pertama,  kemungkinan  terjadinya perlambatan berkelanjutan pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia,  bahkan runtuhnya permintaan agregat yang  ada  dalam beberapa waktu ke depan.

“Kedua, kemungkinan akan adanya penurunan produktivitas yang terus berlanjut di seluruh dunia karena terganggunya rantai pasok global,” kata Gita.

Ketiga, lanjut Gita,  adanya tren pengajuan pinjaman di tingkat nasional, perusahaan, maupun individu.

Keempat,   adanya kesenjangan yang bisa jadi lumayan besar, antara pasar modal dan ekonomi riil akibat kebijakan pelonggaran kuantitatif yang telah dilakukan beberapa negara maju.

“Efeknya, uang yang telah dicetak secara signifikan tidak benar-benar teralirkan ke level terendah di ekonomi riil, dan justru terperangkap di banyak instrumen pasar modal,” jelas dia.

Kelima adalah pergeseran model bisnis dari paradigma lama ke paradigma digital/virtual.

“Keenam, saya kira,  kita akan melihat kelanjutan dari periode dengan inflasi rendah yang cukup panjang, bahkan bukan tidak mungkin deflasi. Salah satunya disebabkan oleh berbagai inovasi teknologi  yang  berhasil menyusutkan biaya di berbagai tempat,” kata Gita.

Ketujuh adalah   akan terlihat suatu polarisasi lebih lanjut antara Tiongkok dan Amerika Serikat atau yang oleh sebagian orang disebut dengan decoupling.

“Jadi, dunia pasca-Covid-19 akan cenderung menjadi sedikit lebih rumit, dan saya rasa penting bagi negara seperti Indonesia, yang merupakan negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, dengan populasi terbesar keempat di dunia, untuk dapat memposisikan dirinya secara pragmatis dan bijaksana demi keterlibatan dengan seluruh dunia dalam konteks ekonomi dan geopolitik,” kata Gita.

 

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN