Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Edimon Ginting, Ph.D (Ekonom ADB Manila)

Edimon Ginting, Ph.D (Ekonom ADB Manila)

Inovasi dan Pengembangan SDM Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI

Gora Kunjana, Jumat, 8 November 2019 | 16:50 WIB

YOGYAKARTA, investor.id - Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok serta melambatnya perekonomian dunia ikut memengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Untuk jangka panjang, Indonesia perlu terus mengembangkan inovasi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar pertumbuhan ekonomi bisa membaik.

Hal itu disampaikan ekonom Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) Manila, Edimon Ginting dalam diskusi terbatas yang digelar Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Atmajaya Yogyakarta (UAJY) di Yogyakarta, Rabu (6/11/2019).

Selain Edimon Ginting, demikian siaran pers UAJY yang diterima di Jakarta, Jumat (8/11/2019), diskusi bertema “Optimisme Perekonomian Indonesia” itu juga menghadirkan pembicara lain, yakni dosen FBE UAJY R Maryatmo dengan moderator Ronny Sugiantoro.

Edimon Ginting, Ph.D, Ekonom ADB Manila (tengah)
Edimon Ginting, Ph.D, Ekonom ADB Manila (tengah)

Menurut Edimon, permasalahan jangka pendek perekonomian Indonesia adalah melambatnya perekonomian dunia dan dampak perang dagang AS-Tiongkok. Dampak nyata dari kondisi tersebut adalah realisasi investasi langsung dan pertumbuhan ekspor yang menurun.

“Kondisi tersebut menjadikan perekonomian Indonesia tumbuh relatif statis sekitar 5% per tahun,” kata Edimon.

Dikatakan, dalam jangka panjang, faktor utama yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi adalah inovasi (innovation led-growth). Hal ini perlu didukung dengan pengembangan SDM yang kreatif, mempunyai kompetensi dan keterampilan yang memadai.

“Hal ini sebenarnya sejalan dengan program kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang akan berfokus pada pengembangan SDM,” ujarnya.

Sementara, Maryatmo mengatakan, pilihan kebijakan pembangunan ekonomi pemerintahan Presiden Jokowi, baik periode sebelumnya dan mendatang, sudah tepat. Dalam periode sebelumnya, kata dia, pembangunan ekonomi fokus pada pembangunan infrastruktur yang akan berdampak dalam jangka panjang.

“Jika dalam periode mendatang fokusnya adalah pembangunan SDM, itu sudah tepat,” kata Maryatmo. Disebutkan, pembangunan SDM perlu didukung dengan sistem pendidikan yang tepat dan kebijakan bidang kesehatan yang dapat mendorong produktivitas.

Sementara, Dekan FBE UAJY, Budi Suprapto menjelaskan alasan pihaknya menggelar diskusi terbatas tersebut. “Diskusi terbatas ini dilakukan untuk meng-up date kondisi terkini perekonomian Indonesia,” ujar Budi.

Materi dari dua pembicara tersebut ditanggapi dengan antusiasme tinggi oleh peserta diskusi. Turut memberi tanggapan antara lain Kepala Prodi Akuntansi FBE UAJY Anastasia Susty, dosen Prodi Ekonomi Pembangunan Edi Sutarta, Kepala PPBE Tabhita Indah Iswari, dan Kepala Prodi Ekonomi Pembangunan Y Sri Susilo.

“Kesimpulan dari diskusi, baik pembicara dan penanggap, adalah bahwa ada optimisme terhadap perekonomian Indonesia selama pemerintahan Presiden Jokowi. Acara diskusi ditutup dengan pemberian cenderamata dan foto bersama,” ujar Y Sri Susilo.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA