Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Budi Karya Sumadi. Foto: IST

Budi Karya Sumadi. Foto: IST

Insentif Bisa Dongkrak Volume Penumpang Pesawat Hingga 40%

Thresa Sandra Desfika, Rabu, 26 Februari 2020 | 18:40 WIB

JAKARTA, investor.id - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memperkirakan lalu lintas penumpang pesawat akan kembali tumbuh 30-40% dengan adanya dukungan insentif untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke 10 destinasi di Tanah Air.

Adapun insentif diberikan guna menutupi potensi berkurangnya wisatawan akibat Virus Korona.

Budi Karya Sumadi menjelaskan, pemerintah bersama stakeholders perhubungan udara menyiapkan diskon tarif bagi penumpang pesawat selama periode Maret-Mei 2020. Besaran diskon disiapkan hingga 50% yang diterapkan untuk 25% dari total kapasitas di setiap penerbangan domestik ke 10 destinasi yang sudah ditetapkan.

Selain itu, pemerintah juga mengenakan insentif untuk wisatawan mancanegara sampai dengan menyiapkan penerapan nol rupiah untuk pajak hotel dan restoran.

"Kalau multiplier effect dari sini 25% (diskon penerbangan domestik), insentif mancanegara, dan hotel murah, ya mungkin 30-40% peningkatan penumpangnya sehingga pariwisata masih baik," ungkap Budi Karya di Jakarta, Rabu (26/2).

Budi Karya menambahkan, insentif-insentif diperlukan agar industri pariwisata dalam negeri tetap tumbuh di tengah potensi berkurangnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, terutama dari Tiongkok, akibat Virus Korona.

"Pemerintah membuat payung upaya recovery agar kehidupan pariwisata di tempat itu jadi lebih baik," ujar mantan direktur utama PT Angkasa Pura II itu.

Menurut Budi, pemberian diskon tarif pesawat domestik ke 10 destinasi akan mulai diberlakukan per 1 Maret sampai dengan akhir Mei 2020. Saat ini, pemerintah masih akan melakukan finalisasi kesiapan pemberian insentif bersama maskapai.

Budi menuturkan, pemberian diskon untuk 25% dari total kapasitas setiap penerbangan ke 10 destinasi itu rata-rata bisa mencapai 50%. Angka itu dikontribusikan dari insentif melalui APBN sebesar 30%, Pertamina 15%, dan pengelola bandara serta navigasi penerbangan sekitar 5%.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN