Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Kartu Prakerja; IST

Ilustrasi Kartu Prakerja; IST

Insentif Kartu Prakerja Telah Disalurkan ke 485.772 Peserta

Sabtu, 8 Agustus 2020 | 09:09 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja menyatakan telah menyalurkan insentif untuk 485.772 orang. Dengan peserta yang sudah menyelesaikan pelatihan pertama sebanyak 501 ribu orang, sehingga ada selisih 15.000.

"Setiap hari kami harus lakukan rekonsiliasi. Jadi memang rekonsiliasi itu bisa sampai 20 sampai 40 ribu per hari. Jadi bukan berarti kami tidak bayar tapi ini proses yang perlu kami lakukan pengecekan untuk tatakelola yang baik," ucap  Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari dalam konferensi pers secara virtual pada Jumat (7/8).

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari. Foto: IST
Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari. Foto: IST

Peserta kartu prakerja berhak menerima insentif sebesar Rp 3,55 juta. Jumlah ini terbagi dalam 1 juta dari total insentif diberikan kepada penerima dalam bentuk voucher pelatihan. Sementara Rp 2,4 juta sisanya digelontorkan secara tunai dan pencairannya dilakukan selama empat kali. Kemudian, Rp 150 ribu sisanya diberikan saat peserta sudah mengisi tiga kali survei program.

Ia menuturkan begitu ditetapkan sebagai penerima Kartu Prakerja, dana bantuan pelatihan ditransfer ke rekening virtual account penerima. Jika dalam waktu 30 hari tidak digunakan, akan dicabut kepesertaannya by system, dan dananya dikembalikan ke kas negara.

“Mitra digital platform dan lembaga pelatihan agar menyesuaikan juga dengan aturan yang ada,” ucap Denni.

Adapun pelaksaanaan program kartu pra kerja gelombang IV dilakukan setelah Pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2020 Tentang Pengembangan Kompetensi Kerja Melalui Program Kartu Prakerja, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2020 Tentang Pengembangan Kompetensi Kerja Melalui Program Kartu Prakerja.

Dalam  Perpres Nomor 76 Tahun 2020 disebutkan pihak yang bisa dan tidak bisa menjalankan program kartu pra kerja.

Selain kepada pencari kerja, Kartu Prakerja juga diberikan kepada pekerja/buruh yang terkena PHK dan pekerja/buruh yang membutuhkan peningkatan kompetensi kerja, termasuk pekerja/buruh yang dirumahkan serta pekerja bukan penerima upah, termasuk pelaku usaha mikro dan kecil.

Sedangkan pihak-pihak yang tidak bisa menerima Kartu Prakerja, diantaranya: Pejabat Negara, pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Aparatur Sipil Negara, TNI/Polri, Kepala Desa dan perangkat desa, serta Direksi, Komisaris, dan Dewan Pengawas Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah (BUMN/BUMD).

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN