Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Penanaman perdana korporasi petani dilakukan pada Sabtu (17/10/2020)

Penanaman perdana korporasi petani dilakukan pada Sabtu (17/10/2020)

TINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETANI

Intani Bangun Korporasi Petani di Sukabumi

Minggu, 18 Oktober 2020 | 07:56 WIB
Kunradus Aliandu (kunradus@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani) membangun korporasi petani seluas 1.000 hektare (ha) di Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.“Ini salah satu upaya kami meningkatkan kesejahteraan petani dan membangun kedaulatan pangan berbasis masyarakat,”ungkap Guntur Subagja Mahardika, Ketua Umum Intani.

Intani adalah organisasi masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani dan kemandirian pertanian Indonesia. Anggotanya terdiri dari petani, pengusaha, akademisi, dan masyarakat yang peduli terhadap petani dan pertanian Indonesia.

Guntur mengatakan, korporasi petani budidaya padi ini mengkolaborasikan para pemangku kepentingan (stakeholders) sektor pertanian secara terintegrasi mulai dari on-farm (budidaya) hingga off-farm (pasca panen). Intani menggandeng Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan para pelaku industri pertanian mulai dari sarana produksi pertanian, permodalan, pendampingan, produksi pasca panen, teknologi, hingga off-taker (pembeli hasil produksi)

Penanaman perdana korporasi petani dilakukan pada Sabtu (17/10/2020) oleh Ketua Umum Intani Guntur Subagja Mahardika, Kepala Pusat Penganekaragaman Pangan Kementerian Pertanian Yasid Taufik, Direktur Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama Waryono, Direktur Tanifund Edison Tobing, Direktur Utama PT Mitra Bumdes Nusantara (MBN) Agus Erhan, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Pangan (PIP) Budiono, GM PT Pupuk Kujang M Yudi dan KH Samsuri, pengasuh Pesantren Pemberdayaan Al-Muhtadin.

Kepala Pusat Penganekaragaman Pangan Kementerian Pertanian Yasid Taufik meyakini, korporasi petani akan menjadikan produksi menjadi lebih efisien serta berkualitas dan kuantitas yang lebih baik. Disampaing itu skala ekonomi memadai. “Dengan skala ekonomi petani akan sejahtera,”paparnya.

Sementara itu, Direktur Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama Waryono mengapresiasi korporasi petani Intani yang melibatkan pesantren sebagai hub dan penggerak masyarakat. “Pesantren adalah penggerak pendidikan, sosial, dan ekonomi yang dapat menggerakan masyarakat,”ungkapnya.

Direktur Tanifund Edison Tobing menyampaikan bahwa Tanifund dan Tanihub Group akan membantu permasalahan-permasalahan petani, baik dari permodalan, teknologi, maupun pasar. Untuk melakukan monitoring dan evaluasi korporasi petani, Intani menggandeng perguruan tinggi melalui Center for Strategic Policy Studies (CSPS) Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia. “CSPS melakukan pemetaan, kajian, monitoring dan evaluasi hingga analisis SROI (social return on investment,”pungkas Ketum Intani, Guntur Subagja.

Untuk menembus pasar global, Presiden Arab Saudi-Indonesia Business Council, Hasan Gaido, akan membantu membuka jalur ekspor produk-produk pertanian Indonesia ke Timur Tengah dan sekitarnya.

 

Editor : Kunradus Aliandu (kunradu@investor.co.id)

Sumber : PR

BAGIKAN