Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid saat acara BeritaSatu Economic Outlook 2022, Prospek Investasi 2022, Selasa (23/11/2021).  Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid saat acara BeritaSatu Economic Outlook 2022, Prospek Investasi 2022, Selasa (23/11/2021). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Intip Bisnis yang Cuan 2022 dari Kacamata Ketum Kadin

Selasa, 23 November 2021 | 14:09 WIB
Leonard AL Cahyoputra (leonard.cahyoputra@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id -Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menatap 2022 dengan optimisme bahwa ekonomi Indonesia akan lebih baik daripada tahun ini. Lalu apa kira-kira bisnis yang akan cuan atau untung pada tahun mendatang? Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid membagikan pandangannya mengenai hal tersebut.

Dia menerangkan, prospek bisnis kuliner masih menjanjikan pada 2022, baik melalui wisata kuliner maupun aplikasi online. Ini karena 49,25% rata-rata pengeluaran per kapita sebulan masyarakat adalah pengeluaran konsumsi makanan. Bisnis properti diyakini masih terus bertumbuh tinggi pada 2022.

“Kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal masih tinggi baik melalui pembelian properti maupun sewa,” ucap Arsjad dalam Berita Satu Economic Outlook 2022 hari kedua, Selasa (23/11/2021).

Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid saat acara BeritaSatu Economic Outlook 2022, Prospek Investasi 2022, Selasa (23/11/2021).  Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid saat acara BeritaSatu Economic Outlook 2022, Prospek Investasi 2022, Selasa (23/11/2021). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Apalagi kalau kita bicara bisnis teknologi, informasi dan komunikasi, sektor itu masih memiliki prospek cukup baik terutama biaya internet, pulsa, serta ekspedisi (logistik). Dia meyakini ini merupakan tren baru yang sangat berprospek tidak hanya pada 2022 tetapi moving forward untuk 5-10 tahun mendatang.

“Karena itu telah menjadi peluang, apalagi kalau kita bicara teknologi ini digitalisasi itu bukan hanya bicara suatu industri tetapi vertikal industri. Dari setiap industri terjadi disrupsi digitalisasi yang bisa menjadi suatu peluang usaha. Selain itu bisnis aneka barang dan jasa juga diprediksi terus tumbuh pada 2022,” ucap Arsjad.

Selain itu juga bisnis pakaian. Dia mengatakan industri tekstil dulu memang dikenal sebagai sunset industry atau losing industry. Namun sekarang industri tersebut telah berubah menjadi the winning industry dan mempunyai prospek yang baik pada 2022. Lalu sektor otomotif, dengan kebijakan PPNBM dari pemerintah telah membangkitkan gairah industri tersebut, terlihat dari ramainya pengunjung dan pemesanan kendaraan pada GIIAS beberapa waktu lalu. “Jadi ini juga memperlihatkan bagaimana bisnis otomotif ini menjadi prospek pada 2022,” ucap Arsjad.

Lebih lanjut lagi mengenai prospek pada 2022, terang dia, manufaktur dan pertanian mempunyai kontribusi terhadap PDB adalah 35%. Jadi dua industri ini pada 2021 tetap tumbuh walaupun pada masa pandemi. Arsjad mengatakan, pada 2022 sektor ini diperkirakan akan tetap meningkat karena disertai berbagai rasangan dan insentif dari pemerintah.

“Digitalisasi kedua industri ini akan menjadi kunci pemulihan ekonomi Indonesia dan pertumbuhan yang berkelanjutan,” ucap dia.

Arsjad menjelaskan, pada masa pandemi covid-19 telah mengakselerasi pertumbuhan e-commerce di Indonesia dan diperkirakan masih akan terus tumbuh hingga 2025.

Dia mengatakan, pada tahun depan tren digitalisasi pada layanan komersial dan pemerintah akan terus berlanjut. “Tren ini paling banyak diperkirakan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan fintech,” ujar Arsjad.

Dan lebih lanjut lagi mengenai UU Cipta kerja dan OSS, telah memicu perbaikan iklim investasi dan peluang bisnis di 2022. Dia mengatakan, OSS ini memang belum stabil tetapi sudah membuahkan suatu optimistisme dan disini ini Kadin melihat kedepan bilamana sudah stabil adalah bagian dari prospek transformasi yang ada di dalam pelaksanaan usaha di Indonesia atau ease of doing bussines dan juga mempermudah yang namanya menjadi pengusaha.

“Ini menjadi juga suatu prospek yang ada. Transformasi digital dari berbagai bidang usaha untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional,” pungkas Arsjad.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN