Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Jokowi ketika mengadakan pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata PEA Mohamed bin Zayed di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan di Abu Dhabi, PEA, pada Minggu sore (12/1/2020). Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Jokowi ketika mengadakan pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata PEA Mohamed bin Zayed di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan di Abu Dhabi, PEA, pada Minggu sore (12/1/2020). Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Investasi Jumbo UEA Termasuk untuk Ibu Kota Baru

Nasori, (nasori_id)  Senin, 13 Januari 2020 | 14:03 WIB

JAKARTA, investor.id - Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) menyiapkan dana US$ 22,8 miliar untuk berinvestasi di Indonesia melalui sovereign welth fund bersama-sama dengan Masayoshi dari Softbank, Jepang) dan juga International Development Finance Corporatio (IDFC) dari Amerika Serikat (AS).

Kesediaan Pemerintah UEA menyiapkan dana investasi yang cukup jumbo itu disampaikan Putra Mahkota UEA Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Qasr Al Watan, Abu Dhabi, UEA, Minggu (12/1) petang, waktu setempat.

“Tadi dibicarakan dari Presiden mengenai sovereign welth fund waktu tete a tete, kebetulan saya ada, bahwa Crowned Prince itu berulang kali mengatakan bahwa Indonesia adalah sahabat kami yang sangat dekat. Dan berulang kali beliau mengingatkan bahwa Indonesia negara berpenduduk Islam terbanyak. Jadi, mereka ingin berkontribusi bagi negara Indonesia,” kata Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dalam konferensi pers di Emirate Palace, Abu Dhabi, UEA, Minggu (12/1) malam.

Luhut menilai, persetujuan yang disampaikan Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayed kemungkinan adalah satu kesepakatan (deal) terbesar dalam sejarah Indonesia dalam waktu singkat di negara Timur Tengah. Dengan sovereign welth fund itu, lanjut dia, UEA akan masuk berinvestasi dalam pembangunan ibu kota negara baru di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Bahkan, Luhut mengemukakan, Presiden Jokowi meminta agar Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayed menjadi Dewan Pengarah di pembangunan Ibu Kota Baru itu. Selain itu, menurut Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan, UEA juga ingin masuk berinvestasi dalam pembangunan di Aceh. “(Untuk) Aceh itu mereka sangat masuk ingin masuk properti,” ungkap dia.

Luhut menjelaskan, terkait rencana untuk investasi di Aceh yang sempat disinggung oleh adik Putra Mahkota UEA, yaitu Sheikh Hamid, dikarena jarak terbang dari Abu Dhabi hanya sekitar lima jam. “Jadi, saya pikir ini satu langkah yang hebat dan berlanjut nanti 11 Februari di sini akan berkumpul lagi MBZ, dan boleh juga mungkin Masayoshi. Nanti akan bicara lagi,” terang Luhut.

Menko Kemaritiman dan Investasi mengungkapkan bahwa Mohammed Bin Zayed melalui adiknya Sheikh Hamid mengingatkan berkali-kali bahwa lead dari kerja sama ini harus Indonesia. "Mereka akan bantu. Jadi, ini saya kira tawaran yang sangat bagus,” ujar Luhut seperti dikutip laman Sekretariat Kabinet.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam konperensi pers yang sama menyampaikan, dalam pertemuan bilateral antara Presiden Jokowi dengan Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayed dihasilkan 16 kerja sama. Rinciannya adalah lima kerja sama sifatnya government to government (G to G), sementara 11 kerja sama yang lain sifatnya adalah business to business (B to B).

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN