Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Puluh ribu botol minuman keras hasil sitaan  dimusnahkan di halaman Makopolres Bogor

Puluh ribu botol minuman keras hasil sitaan dimusnahkan di halaman Makopolres Bogor

Investasi Minuman Beralkohol Resmi Tertutup

Senin, 7 Juni 2021 | 10:49 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Pemerintah akhirnya memutuskan industri minuman beralkohol menjadi bidang usaha yang tertutup untuk investasi. Hal ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 49 Tahun 2021 tentang perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021, tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

Presiden Jokowi menandatangani regulasi baru itu pada 24 Mei 2021. Selanjutnya, Perpres 49/2021 diundangkan dan mulai berlaku pada 25 Mei 2021.

"Dalam rangka pembatasan pelaksanaan penanaman modal serta pengendalian dan pengawasan minuman yang mengandung alkohol, perlu dilakukan perubahan Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal," demikian bunyi aturan tersebut yang dikutip, Senin (7/6).

Pada pasal 2 Ayat (2) huruf b Perpres Nomor 49 Tahun 2021 menyebut bidang usaha yang dinyatakan tertutup untuk penanaman modal adalah industri minuman keras yang mengandung alkohol (KBLI 11010), industri minuman mengandung alkohol anggur (KBLI 11020), dan minuman mengandung malt (KBLI 11031).

Selain itu, disebutkan bidang usaha tertutup adalah bidang usaha untuk kegiatan yang hanya dapat dilakukan oleh pemerintah pusat adalah kegiatan yang bersifat pelayanan atau dalam rangka pertahanan dan keamanan yang bersifat strategis, dan tidak dapat dilakukan atau dikerjasamakan dengan pihak lainnya. Namun, pemerintah membuka investasi untuk bidang usaha terbuka atau bidang usaha yang bersifat komersial.

Sementara itu, dalam revisi perpres tersebut, pemerintah masih membuka investasi pada sektor perdagangan minuman keras (miras) atau minuman beralkohol yang masuk dalam kategori bidang usaha dengan persyaratan tertentu. Bidang usaha dengan persyaratan tertentu ini dapat diusahakan oleh semua penanam modal termasuk koperasi dan UMKM yang memenuhi persyaratan.

“Persyaratan penanaman modal lainnya yakni bidang usaha yang dibatasi dan diawasi secara ketat serta diatur dalam peraturan perundang-undangan tersendiri di bidang pengendalian dan pengawasan minuman berakohol,”tutur Pasal 6 ayat 1 d.

Kemudian bidang usaha dengan persyaratan penanaman modal lainnya meliputi perdagangan besar minuman keras/beralkohol (importir, distributor, dan sub distributor) (KBLI 46333), perdagangan eceran minuman keras atau beralkohol (KBLI 47221), dan perdagangan eceran kaki lima minuman keras atau beralkohol (KBLI 47826).

 

 

 

 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN