Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Industri tekstil. Foto: IST

Industri tekstil. Foto: IST

Investasi Perusahaan AS Terganjal Regulasi

Rabu, 5 Agustus 2020 | 18:18 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Mantan Penasihat Umum Lembaga Pengembangan Internasional Amerika Serikat (AS) atau United States Agency for International Development (USAID)  John Gardner menuturkan, salah satu hambatan perusahaan AS berinvestasi di Indonesia adalah banyaknya regulasi untuk mendapatkan izin penanaman modal. 

"Sebuah data menunjukkan, regulasi di Indonesia tidak mendukung perusahaan-perusahaan AS untuk berinvestasi di sini," ujar Gardner dalam webinar Indef bertajuk Relocating Investment to Indonesia, belum lama ini.

Dia mengatakan, berdasarkan penelitian USAID, terdapat 15 ribu peraturan di tingkat menteri yang berkaitan dengan investasi. Dari jumlah itu, 95% di antaranya baru disahkan pada 2010. 

Selain di pemerintah pusat, Gardner juga menyinggung hambatan dari aturan pemerintah daerah (pemda). Ini berbahaya terhadap upaya menarik investasi asing langsung. 

Dia menyambut baik upaya pemerintah menyusun Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja yang memangkas segala aturan yang menghambat investasi. "RUU Omnibus Law memangkas sekitar 1.200 pasal, ini penting untuk terus mendorong reformasi birokrasi lebih lanjut," urainya.

Selain itu, menurut Gardner, pemerintah juga perlu berupaya untuk terus peringkat kemudahan berbisnis atau Ease of Doing Business (EODB) agar dapat menarik investasi secara inklusif. Saat ini, posisi Indonesia masih berada pada urutan ke-73 dari 190 negara.

"Menaikkan peringkat Indonesia secara global dalam EODB akan menjadi sinyal kuat bagi investor asing. Peringkat Indonesia sekarang jauh tertinggal dari para pesaingnya seperti Malaysia dan Vietnam. Saya sarankan Indonesia harus bergerak sangat agresif dalam hal ini, seperti negara di Asia Tenggara lainnya," kata dia. 
 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN