Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kerja sama operasi (Joint Operation Agreement/JAO) antara PT Pelabuhan Rembang Kencana (PRK) dengan Soletanche Bachy International (SBI) serta Relecom dan Partners (RP) dalam pengembangan Pelabuhan Kendal dan Pelabuhan Rembang Terminal Sluke. Dari ki-ka Leny Maryouri, country representative R&P; Nicolas Pich, Director SBI Asia Pacific; Prahara Firdausi, Dirut PT PRK; Jean-Luc Gobert, CEO SBI; Mindo Sitorus, Dirut PT BAK; Pierre Marie, CEO R&P

Kerja sama operasi (Joint Operation Agreement/JAO) antara PT Pelabuhan Rembang Kencana (PRK) dengan Soletanche Bachy International (SBI) serta Relecom dan Partners (RP) dalam pengembangan Pelabuhan Kendal dan Pelabuhan Rembang Terminal Sluke. Dari ki-ka Leny Maryouri, country representative R&P; Nicolas Pich, Director SBI Asia Pacific; Prahara Firdausi, Dirut PT PRK; Jean-Luc Gobert, CEO SBI; Mindo Sitorus, Dirut PT BAK; Pierre Marie, CEO R&P

Investor Perancis Teken Kesepakatan Pengembangan Pelabuhan Rembang

Rabu, 11 Desember 2019 | 09:38 WIB
Tri Murti

JAKARTA, investor.id - Kesepakatan kerja sama operasi (joint operation agreement/JAO) pengembangan Pelabuhan Kendal dan Pelabuhan Rembang Terminal Sluke antara PT Pelabuhan Rembang Kencana (PRK) dan Soletanche Bachy International (SBI) serta Relecom dan Partners (RP) telah ditandatangani di Hotel Four Season Capital Place, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (10/12).

Kesepakatan kerja sama operasi dengan korporasi asal Perancis ini sebagai upaya percepatan pembangunan Pelabuhan Kendal dan Pelabuhan Rembang Terminal Sluke yang merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur nasional, khususnya untuk mendukung perekonomian Jawa Tengah yang kini semakin tumbuh pesat.

“Kami selaku badan usaha pelabuhan yang sahamnya dimiliki oleh PT Bangun Arta Kencana dan PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ) yang tak lain adalah BUMD Pemerintah Kabupaten Rembang, telah berhasil menggandeng dan meyakinkan mitra strategis yang berminat untuk bekerja sama mengembangkan Pelabuhan Kendal dan Pelabuhan Rembang Terminal Sluke,” kata Prahara Firdausi, direktur utama PT Pelabuhan Rembang Kencana dalam pernyataan resminya yang diterima Investor Daily, Rabu (11/12).

Prahara Firdausi menyebut mitra strategis yang berhasil digandeng oleh korporasi tersebut adalah perseroan asal Perancis, Soletanche Bachy International, yang sangat berpengalaman di bidang pekerjaan engineering, procurement, construction & financing (EPC & F) sejak 1926. Dalam pembangunan pelabuhan, portofolio mereka telah merambah hingga ke 60 negara melalui 80 anak perusahaan dan cabang. Sedangkan Relecom & Partners (RP) yang merupakan entitas bisnis Perancis yang berpengalaman sebagai konsultan transaksi bisnis sejak 2007.

Dii sisi lain, Chief Executive Officer (CEO) Soletanche Bachy International Jean-luc merasa sangat senang bisa berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.

"Indonesia adalah negara kepulauan, sehingga pelabuhan memiliki peran yang sangat penting dalam menggerakkan perekonomian negara," ucap dia.

Jean-luc menegaskan bahwa perusahaannya memiliki pengalaman membangun pelabuhan di seluruh dunia.

"Kami memiliki pengalaman dalam pembangunan banyak pelabuhan di seluruh dunia, dan kami ingin menambah portofolio tersebut dengan membangun pelabuhan di Indonesia," tutur Jean-luc.

Sedangkan Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Semarang Ahmad Wahid yang hadir mewakili Dirjen Hubla juga menyambut positif kesepakatan ini. Dia pun menekankan agar kesepakatan mengacu dan sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat.

"Jawa Tengah sebagai kawasan strategis dalam investasi infrastruktur pelabuhan juga harus sesuai kebijakan pemerintah pusat. Saya meminta kesepakatan ini tidak berhenti di meja perundingan tetapi harus direalisasikan secara nyata. Kehadiran saya mewakili Kemenhub memonitor dan mereka juga harus melaporkan hasilnya tindak lanjut secara komprehensif," papar Ahmad Wahid.

Dukungan Pendanaan

Pada kesempatan yang sama, Komisaris Utama (Komut) Bangun Arta Hutama sebagai pemilik BUP Pelabuhan Rembang Kencana Mindo H Sitorus menjelaskan bahwa Soletanche Bachy International telah menyampaikan letter of interest (LoI) untuk berpartisipasi dalam pembangunan Pelabuhan Kendal dan Rembang serta menyatakan kesiapan dukungan dana pembangunan sebesar EUR 100 juta atau sekitar Rp 1,55 triliun.

"Dengan ditandatangani kesepakatan hari ini membuktikan bahwa kami mampu mencari investor untuk membantu pemerintah. Mereka bisa mempercepat pembangunan pelabuhan yang multiplier effect-nya dahsyat dan positif bagi masyarakat,"jelas Mindo.

Mindo yang juga Korwil Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) Jateng ini menyebut Soletanche Bachy International merupakan perusahaan di Grup Vinci nomor 2 sebagai kontraktor terbesar di dunia.

Mindo menuturkan keberhasilan Bangun Arta Hutama meyakinkan investor untuk datang berinvestasi ke Jawa Tengah bukan hanya kebanggaan semata melainkan achievement sebuah keberhasilan. Sebab, kehadiran investor seperti SBI diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Jateng.

"Soletanche Bachy International spesialisasinya membangun pelabuhan, jalan tol, dan infrastruktur lainnya. Salah satunya adalah jalan tol Mandalika, bukti nyatanya,"ungkap dia.

Mindo memastikan SBI bakal mempercepat pembangunan infrastruktur pelabuhan di Indonesia. SBI pun akan menjadi mitra strategis PT Pelabuhan Rembang Kencana dalam hal dukungan langsung di bidang engineering, procurement, dan construction (EPC) serta telah menyiapkan pendanaan senilai EUR 100 juta untuk kedua pelabuhan ini.

Lebih jauh, dia mengungkapkan percepatan pembangunan Pelabuhan Kendal dan Rembang sudah menjadi keharusan mengingat semakin banyaknya industri di Jawa Tengah yang membutuhkan pelabuhan pendukung sebagai pintu penghubung aliran barang antarpulau maupun antarnegara. Sebagai pendukung Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, lanjut Mindo, Pelabuhan Kendal dan Rembang memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung kelancaran pergerakan barang, khususnya barang curah padat maupun cair, mengingat Pelabuhan Tanjung Mas diperkirakan hampir mencapai beban maksimalnya.

Dengan beroperasinya Pelabuhan Kendal, kawasan industri yang berada di sekitar pelabuhan akan semakin terpacu untuk meningkatkan kapasitasnya. Sedangkan operasionalisasi Pelabuhan Rembang akan mendorong tumbuhnya kawasan industri baru di sepanjang Pantai Utara Provinsi Jawa Tengah sebelah timur.

"Dengan adanya pembangunan pelabuhan di Kabupaten Rembang, berpengaruh terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi. Dulu tingkat pertumbuhan ekonomi Rembang hanya 5,3%. Namun, sejak investor masuk, pertumbuhan ekonomi naik menjadi 6,2% sampai 6,3%," kata Mindo.

 

Editor : Trimurti (trimurti@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN