Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Produksi ikan giling Indonesia IWAK

Produksi ikan giling Indonesia IWAK

IWAK Kantongi Sertifikat Halal MUI

Rabu, 28 April 2021 | 21:05 WIB
Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)

Jakarta, investor.id-Produsen ikan giling Indonesia, IWAK telah mengantongi sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Barat Indonesia No. 01031260590421 per tanggal 7 April 2021. Sertifikasi tersebut dinilai memberi nilai tambah terhadap produk ikan giling Iwak.

“Kami berkomitmen untuk selalu  memberi produk yang berkualitas dan halal bagi para konsumen IWAK, dengan tujuan memberikan kepuasan dan kepercayaan dalam  menggunakan produk-produk kami,” ujar Owner IWAK, Terry Belinda, dalam siaran pers yang diterima Investor Daily, Rabu (28/4/2021).

Dia menjelaskan, MUI melalui Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI Jawa Barat) telah melakukan pengujian,  pembahasan, dan menetapkan  bahwa produk-produk IWAK-Ikan Giling Indonesia Halal menurut Syariat Islam.

“Mutu dan sertifikat halal ini juga menjadi nilai tambah bagi IWAK agar kompetitif dan menjaga keberlangsung  bisnis,” tambah Terry.

Produk ikan giling beku IWAK antara lain Ikan Giling Tenggiri Super (TGBL), Tenggiri standar (TG/STD), dan kulit tenggiri (KLT). Lalu, kakap super (KP/SUPER), gabus (GBS), daging merah (DM), parang-parang (PRG) dan alu/tunul (ALU). “Ke depan produk IWAK lebih variatif menyesuaikan kebutuhan pasar,” katanya.

IWAK yang didirikan di daerah Karawang, Jawa Barat awal 2020 oleh pasutri Firlan dan Terry tersebut, saat ini, memiliki lebih dari 10 distributor yang tersebar di Jawa dan Sumatera. Jaringan distribusi itu mencakup Bekasi, Bandung, Karawang, Cikarang, Cibinong, Tangsel, Cilegon, Jogja, Cirebon, Bogor, Prabumulih, dan Palembang. Kini, kapasitas produksi IWAK mencapai kurang lebih 60 ton per tahun.

Terry menjelaskan, keberadaan IWAK, selain komersial, juga telah membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga setempat serta mendukung dan menumbuhkembangkan usaha kecil menengah (UKM) di Tanah Air. “Selain itu, mendukung program pemerintah dalam pemenuhan gizi anak melalui program GEMARIKAN,” papar dia.

Editor : Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN