Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Teuku Riefky, ekonom LPEM FEB UI

Teuku Riefky, ekonom LPEM FEB UI

Jaga Stabilitas Rupiah, BI Disarankan Tahan Suku Bunga Acuan

Senin, 19 April 2021 | 22:22 WIB
Triyan Pangastuti dan Nasori

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) disarankan untuk kembali mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 3,5% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan ini yang dijadwalkan berlangsung pada 19-20 April 2021. Ini diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar (kurs) rupiah dan mendukung momentum pemulihan ekonomi.

Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM)-Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) Teuku Riefky berpandangan, meskipun masih terdapat kebutuhan yang substansial untuk meningkatkan daya beli domestik dan permintaan agregat, namun menjaga stabilitas nilai rupiah saat ini perlu diprioritaskan.

“Meskipun inflasi masih rendah, BI perlu mempertahankan suku bunga acuannya di 3,5% bulan ini untuk menjaga stabilitas nilai rupiah dan mendukung momentum pemulihan ekonomi,” ujar Riefky dalam Seri Analisis Makroekonomi terkait Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode April 2021 yang diterima Investor Daily, April (19/4).

Dalam catatan Riefky, pada akhir Maret 2021, rupiah terdepresiasi 2,41% dibandingkan bulan sebelumnya dan mencapai level terendah sejak November 2020. Pelemahan rupiah didorong oleh sektor eksternal, seiring dengan penandatanganan stimulus fiskal sebesar US$ 1,9 triliun oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dalam sebulan terakhir.

Awal April ini, Biden juga meluncurkan rencana belanja infrastruktur senilai US$ 2 triliun yang sebagian besar akan dibiayai oleh kenaikan pajak perusahaan. Hal ini menyebabkan ekspektasi pertumbuhan ekonomi juga lebih tinggi.

"Ini sebagai hasil dari kemajuan pesat pada program vaksinasi AS dengan sekitar 39% populasi telah menerima setidaknya satu dosis vaksin dan angka inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan 0,6% (mtm) pada Maret 2021," tutur dia.

Hal ini pun membuat imbal hasil surat utang pemerintah AS tenor 10 tahun naik ke 1,8% atau level tertingginya sejak Januari 2020.

Imbas dari lonjakan imbal hasil surat utang pemerintah AS tersebut menggeser minat investor untuk instrumen safe-haven. Hal ini menyebabkan investor memilih untuk menarik modal keluar dari pasar negara berkembang termasuk Indonesia.

Di tengah ketidakpastian eksternal, rupiah terdepresiasi sebesar 5,3% (ytd) dan tercatat sebagai yang terburuk di antara negara-negara Asia Tenggara.

“Akibat nilai tukar rupiah yang melemah juga berdampak pada penurunan cadangan devisa Maret 2021 turun US$ 1,7 miliar menjadi US$ 137,1 miliar dari posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar US$ 138,8 miliar,” ucap Riefky.

Meski begitu, ia menilai kebijakan yang diambil pemerintah dan Bank Indonesia untuk mempercepat pemulihan ekonomi, berdampak positif terhadap indeks keyakinan konsumen (IKK) yang terus mengalami peningkatan pada bulan Maret 2021 ke level 93,4 dari 85,8 pada Februari 2021.

Sebelumnya, Morgan Stanley (MS) memperkirakan, Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan pekan ini akan mempertahankan tingkat suku bunga acuan. Keputusan ini diambil bank sentral menyusul depresiasi rupiah baru-baru ini dan untuk mendukung siklus pemulihan ekonomi Indonesia tahun ini.

“Kami juga memperkirakan BI tidak akan menaikkan suku bunga pada tahun ini, mengingat kondisi stabilitas ekonomi makro Indonesia yang saat ini lebih baik dan Fed yang dovish di bawah kerangka AIT (average inflation targeting),” tulis Morgan Stanley dalam rilis riset terbaru mengenai Asia/Pacific Weekly Economic Preview yang berjudul “BI to Stand Pat”.

 

 

 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN