Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Suku Anak Dalam. Foto ilustrasi diambil sebelum pandemi Covid-19: IST

Suku Anak Dalam. Foto ilustrasi diambil sebelum pandemi Covid-19: IST

Jalankan Arahan Forum Kemitraan, UNJA Sinergi dengan PT SAL

Selasa, 14 September 2021 | 16:13 WIB
Investor Daily

SAROLANGUN, investor.id - Proses pembangunan sosial Suku Anak Dalam (SAD) membutuhkan dukungan berbagai pihak. Sebagai perwujudan dari rekomendasi Forum Kemitraan Pembangunan Sosial SAD (FKPS-SAD), Universitas Jambi menjalankan program yang telah disepakati bersama PT Sari Aditya Loka. Kerja sama yang ditujukan untuk membangun kemandirian SAD atau Orang Rimba itu dilaksanakan melalui program Matching Fund (MF).  

"Kami menyambut baik program ini. Pembangunan Sosial SAD membutuhkan sinergi multipihak," ujar Wahyu Medici Ritonga, Direktur PT SAL, anak perusahaan Grup Astra Agro yang bergerak di perkebunan kelapa sawit, dalam rilis yang diterima di Jakarta, Selasa (14/9/2021).

Wahyu berharap kerja sama ini mampu menghasilkan dampak yang signifikan bagi kemandirian dan kesejahteraan Komunitas SAD di masa datang.

Bakti sosial forum kemitraan untuk Suku Anak Dalam. Foto: IST
Bakti sosial forum kemitraan untuk Suku Anak Dalam. Foto: IST

Matching Fund merupakan platform dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia tahun 2021 yang dirancang untuk mengakomodir sinergi antara dunia usaha dan perguruan tinggi. Tim MF UNJA yang diketuai Dr Fuad Muchlis sebelumnya melakukan audiensi sekaligus sosialisasi program kepada berbagai pihak terkait untuk menjelaskan konsep, ide dan rencana kegiatan yang akan dilakukan. Audiensi itu juga diadakan untuk menggali pengalaman dan mendapatkan masukan yang diperlukan.

Selain audiensi, pertemuan konsultatif dengan kelompok sasaran juga dilakukan Tim Matching Fund UNJA. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi, Prof Dr rer nat Rayandra Asyhar MSi hadir dalam pertemuan di aula Kantor Camat Air Hitam, Kabupaten Sarolangun pada tanggal 31 Agustus 2021. Camat, Kepala Desa dan aparatur desa di wilayah sasaran, yakni Desa Lubuk Jering, Pematang Kabau dan Bukit Suban serta perwakilan PT SAL ikut serta dalam pertemuan itu.

“Terima kasih kepada Camat Air Hitam dan para Kepala Desa yang hadir,” ujar Prof  Rayandra Asyhar.

Ia berharap semua pihak dapat memfasilitasi program kolaboratif ini. Prof Ray, demikian ia biasa disapa, menjelaskan bahwa program ini akan memberikan multimanfaat, tidak hanya bagi saudara-saudara di SAD dan pemerintah daerah, melainkan juga bagi mahasiswa dan dosen, serta bagi PT SAL sebagai mitra.

“Program ini pun merupakan aksi nyata UNJA dalam ikut serta membantu pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Tridharma Perguruan Tinggi,” lanjutnya sambil menegaskan bahwa bagi UNJA, daerah ini akan dijadikan Desa Laboratorium Terpadu (DLT).

Program MF menjadi wadah bagi mahasiswa dan dosen untuk implementasi merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) yang berorientasi indikator kinerja utama (IKU) kementerian. 

Audiensi dan sosialisasi berikutnya dilaksanakan pada tanggal 4-5 September 2021 di Desa Bukit Suban Kec. Air Hitam yang dihadiri Tengganai dan Temenggung SAD. Pimpinan SAD yang hadir itu yakni H Jailani (Temanggung Tarip) dan H Anwar (Tengganai), Temenggung Ngrip, Temenggung Bepayung, Temenggung Kecinto, Temenggung Melayaau Tua dan beberapa perwakilan SAD. Selain itu juga hadir Guru Sekolah Alom Tijah, dan dari tim Matching Fund UNJA, yakni Dr Fuad Muchlis, Dr Ardi Novra, Dr Bambang Hariadi, Elwamendri MSi, Idris Sardi MSi, Riri Oktari Ulma MSi, dan Siti Kurniasih, MSi.

Ketua Tim Matching Fund UNJA, Dr Fuad Muchlis, menyatakan bahwa program ini dilatarbelakangi oleh sebuah keinginan untuk mengembangkan jejaring, termasuk dunia usaha dan industri (DUDI) dalam pengembangan IPTEK, yang harus berorientasi pada pemecahan permasalahan di masyarakat.

Dalam konteks SAD yang membutuhkan dukungan percepatan perubahan sosial, maka program Matching Fund akan fokus pada pemberdayaan ekonomi. Beberapa kegiatan yang dilaksanakan seperti inventarisir dan pengolahan tanaman obat, membuat demplot tanaman endemik dan kehutanan, renovasi model pendidikan di komunitas SAD serta pengintegrasian sistem sosial dan budaya SAD dengan pemerintahan formal.

Kegiatan yang didukung penuh oleh Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek Dikti akan melibatkan sekitar 40 orang mahasiswa dari berbagai disipilin ilmu (Prodi) selama 4 bulan, mulai September hingga Desember 2021.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN