Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto menjelaskan tentang rilis data BPS, Jumat (5/2/2021). Sumber: BSTV

Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto menjelaskan tentang rilis data BPS, Jumat (5/2/2021). Sumber: BSTV

Januari 2021, Neraca Perdagangan RI Surplus US$ 1,96 Miliar

Senin, 15 Februari 2021 | 11:58 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com) ,Herman

JAKARTA, investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2021 mengalami surplus US$ 1,96 miliar. Ini dicapai karena pada periode tersebut nilai ekspor sebesar US$ 15,30 miliar, sedangkan nilai impor sebesar US$ 13,34 miliar.

“Neraca perdagangan pada Januari 2021 mengalami surplus US$ 1,96 miliar. Posisi ini jauh lebih baik dibandingkan Januari 2020 yang pada waktu itu mengalami defisit US$ 640 juta,” ujar Kepala BPS Kecuk Suhariyanto dalam konferensi pers secara virtual, Senin (15/2/2021).

Ia memaparkan, nilai ekspor pada Januari 2021 yang mencapai US$ 15,30 miliar itu turun 7,48% dibandingkan Desember 2020 yang mencapai US$ 16,54 miliar. Sementara jika dibandingkan dengan ekspor Januari 2020 yang sebesar US$ 13,63 miliar, kinerja ekspor Januari 2021 mengalami peningkatan 12,24%.

Sedangkan impor pada Januari 2021 yang nilainya mencapai US$ 13,34 miliar tercatat turun 7,59% dibandingkan Desember 2020 yang sebesar US$ 14,44 miliar. Sedangkan jika dibandingkan dengan Januari 2020 yang sebesar US$ 14,27 miliar turun hingga 6,49%.

Suharyanto mengungkapkan, kinerja ekspor Januari 2021 secara year on year jauh lebih baik dibandingkan Januari 2020. Ia menyebutkan, untuk ekspor migas naik 8,30%, pertanian naik 13,91%, industri pengolahan naik 11,72%, serta pertambangan dan lainnya naik 16,92%.

“Kinerja ekspor yang lebih baik secara year on year ini menimbulkan harapan pada bulan-bulan berikutnya akan terus tumbuh, dan pemulihan ekonomi akan berjalan sesuai harapan,” kata Suhariyanto.

Ia mengatakan, neraca perdagangan dengan beberapa negara selama Januari 2021 juga mengalami surplus. Pertama, surplus dengan Amerika Serikat (AS) sebesar US$ 1,095 miliar dengan posisi ekspor mencapai US$ 1,67 miliar, sedangkan impor US$ 581,2 juta. Kedua dengan India dimana ekspor sebesar US$ 902,8 juta dan impor sebesar US$ 339,6 juta sehingga surplus US$ 563,2 juta.

“Ketiga yaitu dengan Filipina dimana terjadi surplus sebesr US$ 504,3 juta dengan posisi ekspor sebesar US$ 579,1 juta dan impor US$ 74,8 juta,” ucap Suhariyanto.

Defisit terbesar terjadi dengan Tiongkok yaitu sebesar US$ 1,09 miliar, posisi impor mencapai US$ 4,1 miliar sedangkan ekspor hanya US$ 3,05 miliar. Berikutnya yaitu Indonesia defisit dengan Australia sebesar US$ 243,06 juta, dimana nilai ekspor mencapai US$ 220,2 juta, sedangkan impor sebesar US$ 463,8 juta.

Ketiga yaitu dengan Korea Selatan yang mengalami defisit US$ 192,3 juta, dimana posisi ekspor sebesar US$ 510,4 juta dan impor sebesar US$ 702,7 juta.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN