Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sengkol berkapasitas 7 megawatt (MW) di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. (doc. Kementerian ESDM)

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sengkol berkapasitas 7 megawatt (MW) di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. (doc. Kementerian ESDM)

Januari, PLN Lelang Proyek Konversi PLTD ke Energi Terbarukan

Senin, 23 November 2020 | 17:41 WIB
Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

JAKARTA – PT PLN (Persero) akan menggandeng produsen listrik swasta (independent power producer/IPP) dalam menggarap konversi 5.200 unit pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) ke energi terbarukan. Rencananya, perseroan akan menggelar lelang proyek ini di Januari 2021.

 

Direktur Mega Project PLN M Ikhsan Asaad menuturkan, untuk mendorong pengembangan energi terbarukan, pihaknya akan mengkonversi 5.200 unit PLTD menjadi pembangkit energi hijau tersebut. Selain itu, konversi ini juga untuk menekan biaya pokok penyediaan (BPP) listrik dari PLTD juga cukup tinggi lantaran menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.

 

Dalam menggarap proyek konversi ini, pihaknya akan melibatkan perusahaan swasta. “Jadi PLTD 5.200 unit ini akan kami switching. Kami buka peluang kerja sama dengan IPP, di awal Januari, kami akan buka tender,” kata dia dalam Virtual The 9th Indonesia EBTKE ConEx 2020, Senin (23/11).

 

Tak hanya mempercepat pengembangan energi terbarukan, tambahnya, konversi tersebut juga akan memangkas impor BBM. Sementara bagi masyarakat, konversi ke pembangkit listrik energi terbarukan direncanakan dapat memenuhi kebutuhan setrum sepanjang hari. Hal ini mengingat beberapa daerah di mana PLTD beroperasi hanya bisa menikmati listrik sekitar 6-12 jam per harinya.

 

“Sehingga ini akan membuat ekonomi masyarakat bisa tumbuh, seperti pariwisata, perikanan, dan lainnya. Ini menjadi prioritas kami,” tegas Ikhsan.

 

Sebelumnya, PLN mencatat sekitar 5.200 unit PLTD tersebut tersebar di 2.130 lokasi di Indonesia, dengan potensi untuk dikonversi ke pembangkit berbasis energi terbarukan sebesar 2 gigawat (GW). Program konversi PLTD menuju pembangkit energi terbarukan ini akan dilakukan secara bertahap.

 

Pada tahap pertama, PLN akan melakukan konversi terhadap PLTD di 200 lokasi dengan kapasitas 225 megawatt (MW). Konversi tahap awal ini dilakukan dengan memilih mesin PLTD yang telah berusia lebih dari 15 tahun dengan mempertimbangkan kajian studi yang telah dilakukan oleh PLN. Sementara, pada tahap kedua dan ketiga konversi akan mencakup total kapasitas pembangkit masing-masing 500 MW dan 1.300 MW.

 

Metode pelaksanaannya akan menggunakan analisis geospasial. Metode ini mencakup pemetaan titik-titik sebaran PLTD eksisting dan potensi sumber energi terbarukan di wilayah tersebut, kemudian dikombinasikan dengan potensi pertumbuhan ekonomi regional di titik yang telah diidentifikasi tersebut.

 

Konversi dari pembangkit PLTD menjadi pembangkit energi terbarukan mempunyai beragam tantangan karena melibatkan pembangkit dalam jumlah yang sangat besar dan titik-titiknya berada di wilayah yang relatif paling sulit, yakni wilayah 3T. Masing-masing PLTD yang sekarang masih digunakan memiliki pola operasi yang berbeda-beda tergantung jam nyala, termasuk keterbatasan infrastruktur dan telekomunikasi menjadi tantangan yang juga harus diselesaikan.

Editor : Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN